Insinerator Bandung Kulon Olah 32 Ton Sampah per Hari, DLH Sebut Jadi Percontohan
Kecamatan Bandung Kulon menjadi salah satu wilayah percontohan pengolahan sampah berbasis teknologi di Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyebut, insinerator di kawasan tersebut mampu mengolah hingga 32 ton sampah per hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kecamatan Bandung Kulon menjadi salah satu wilayah percontohan pengolahan sampah berbasis teknologi di Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyebut, insinerator di kawasan tersebut mampu mengolah hingga 32 ton sampah per hari.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, insinerator di Bandung Kulon bekerja dalam tiga shift dan mencakup hampir seluruh wilayah kelurahan di sekitarnya. Sistem ini dinilai efektif mengurangi ketergantungan kota terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).
“Hampir sebagian besar kelurahan di Bandung Kulon sudah selesai urusan sampahnya. Karena kapasitas insineratornya besar dan beroperasi tiga shift,” kata Darto, Senin 28 Juli 2025.
Fasilitas tersebut, dituturkan ia menjadi bagian dari strategi DLH dalam memperkuat pengolahan sampah di dalam kota. Selain insinerator, pihaknya juga akan melengkapi lokasi dengan timbangan dan CCTV untuk memastikan transparansi dan akurasi data.
Ia menilai, pendekatan terdesentralisasi seperti ini penting. Terutama di tengah keterbatasan kapasitas TPA. Program serupa rencananya akan dikembangkan di wilayah lain, dengan dukungan peralatan baru pasca perubahan anggaran.
“Kita sedang proses pengadaan alat pengolah sampah untuk lokasi lain juga. Bandung Kulon ini jadi model awal. Langkah ini melengkapi program Kampung KBS yang juga ditargetkan mampu mengolah hingga 33 persen dari total timbulan sampah Kota Bandung pada tahun 2026," ucapnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

