Investasi Garut Tembus Rp1,46 Triliun pada Semester I 2026, Lewati 50 Persen Target
Realisasi investasi Kabupaten Garut mencapai Rp1,46 triliun pada semester I 2026 atau lebih dari 50 persen dari target Rp2,81 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Realisasi investasi Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada semester I 2026 mencapai Rp1,46 triliun atau lebih dari 50 persen dari target investasi sebesar Rp2,81 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut Budi Gan Gan mengatakan, capaian tersebut telah dilaporkan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Sekarang di semester satu itu sudah tercapai Rp1,46 triliun realisasi investasi yang sudah kita laporkan ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), ini kan sudah 50 persen," kata Budi Gan Gan di Garut seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, capaian realisasi investasi tersebut menunjukkan tren positif. Pemkab Garut juga terus membuka peluang bagi investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor.
Budi mengatakan, target investasi Kabupaten Garut dalam beberapa tahun terakhir cenderung dapat dicapai. Pada 2024, misalnya, realisasi investasi mencapai target sebesar Rp2,4 triliun.
Untuk 2026, ia optimistis target investasi sebesar Rp2,81 triliun dapat kembali tercapai, bahkan berpeluang melampaui target hingga akhir tahun.
"Sesuai dengan target mudah-mudahan investasi nanti di akhir tahun itu bisa tercapai realisasinya, dan setiap tahun kami target itu selalu 'over' target," katanya.
Dua Pabrik Dibangun di Leles
Budi menjelaskan, investasi yang masuk ke Kabupaten Garut tidak hanya berasal dari sektor industri atau pembangunan pabrik, tetapi juga dari berbagai sektor lainnya.
Khusus sektor industri, saat ini terdapat dua investasi pembangunan pabrik yang berada di Kecamatan Leles. Selain itu, terdapat rencana pembangunan pabrik lainnya di wilayah Kabupaten Garut.
"Untuk pabrik yang baru itu ada di sekitar Leles ya, ada dua investasi yang masuk di sana," katanya.
Untuk menjaga agar target investasi 2026 tercapai, DPMPTSP Garut terus berupaya meyakinkan calon investor agar menanamkan modalnya di Kabupaten Garut.
Menurut Budi, masuknya investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Kebutuhan lapangan kerja menjadi perhatian karena setiap tahun terdapat sekitar 25 ribu lulusan SMA sederajat di Kabupaten Garut yang membutuhkan kesempatan kerja.
"Inilah menjadi kewajiban pemerintah untuk mencarikan bagaimana lapangan kerja itu harus tersedia di Kabupaten Garut," katanya.
Budi berharap peningkatan investasi di Kabupaten Garut dapat berjalan berkelanjutan sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
Editor : Ahmad Sayuti

