Investor Masuk ke Hotel Sayaga Wisata, Pemkab Bogor Bisa Gigit Jari

Rencana masuknya investor ke proyek Hotel Sayaga Wisata bisa membuat Pemkab Bogor gigit jari. Kenapa?

Investor Masuk ke Hotel Sayaga Wisata, Pemkab Bogor Bisa Gigit Jari

INILAHBOGOR.ID – Rencana masuknya investor ke proyek Hotel Sayaga Wisata bisa membuat Pemkab Bogor gigit jari. Kenapa?

Jika investor masuk, Pemkab Bogor hanya akan mendapatkan penghasilan yang sangat tipis dari keuntungan operasional Hotel Sayaga Wisata nantinya.

“Dengan menggandeng investor, maka 34 persen pendapatan Hotel Sayaga Wisata akan menjadi hak mereka,” kata Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri kepada wartawan, Kamis 24 Oktober 2024.

Lalu, berapa jatah bagi Pemkab Bogor nantinya. Supriadi Jufri memperhitungkan hanya 6 persen.

“Sementara 60 persen pendapatan untuk biaya operasional Hotel Sayaga Wisata,” jelasnya.

Ia melanjutkan, bahwa Pemkab Bogor masih bisa memiliki penuh Hotel Sayaga Wisata apabila di tengah jalan mengganti nilai investasi yang ditanam oleh investor sesuai dengan perjanjian investasi.

“Kami menyerahkan sepenuhnya ke pemilik saham, terkait pembiayaan kelanjutan pembangunan Hotel Sayaga Wisata,” lanjut mantan petinggi Maskapai Penerbangan Merpati tersebut.

Langkah menggandeng investor ini diambil karena Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Bogor tidak menyetujui permintaan tambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk PT Sayaga Wisata.

Sampat saat ini, tidak ada keputusan penambahan penyertaan modal dari Pemkab Bogor sebagai pemilik saham badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pariwisata tersebut.

“Kami akhirnya menggandeng investor dalam upaya melanjutkan pembangunan Hotel Sayaga Wisata,” kata Supriadi Jufri.

Supriadi Jufri menuturkan langkah menggandeng investor terpaksa dilakukan agar PT Sayaga Wisata tidak bangkrut di bulan Desember 2024 mendatang.

Dia menyesalkan gagalnya PT Sayaga Wisata mendapatkan penambahan modal pemerintah. Padahal, tak sedikit pihak yang menyarankan untuk itu.

“Tim Penasehat Investasi Daerah (TPID) dan Inspektorat Kementerian Dalam Negeri memberikan rekomendasi agar PT Sayaga Eisata ditambah penyertaan modal, tetapi pada akhirnya tidak disetujui,” tutur Supriadi Jufri.

Ia menjelaskan rencananya investor akan menanamkan investasi sebesar Rp26 miliar atau Rp 36 miliar. Jika angka terakhir dipenuhi, Hotel Sayaga Wisata akan naik menjadi hotel bintang empat.***


Editor : Zulfirman