Biar Nggak Bangkrut, Sayaga Wisata Gandeng Investor Selesaikan Pembangunan Hotel
Mangkraknya pembangunan hotel membuat PT Sayaga Wisata nyaris bangkrut. Mereka pun mengambil langkah berbeda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong - Mangkraknya pembangunan hotel membuat PT Sayaga Wisata nyaris bangkrut. Mereka pun mengambil langkah berbeda.
Langkah ini diambil karena Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Bogor tidak menyetujui permintaan tambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk PT Sayaga Wisata.
Sampat saat ini, tidak ada keputusan penambahan penyertaan modal dari Pemkab Bogor sebagai pemilik saham badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pariwisata tersebut.
“Kami akhirnya menggandeng investor dalam upaya melanjutkan pembangunan Hotel Sayaga Wisata,” kata Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri kepada wartawan, Kamis 24 Oktober 2024.
Supriadi Jufri menuturkan langkah menggandeng investor terpaksa dilakukan agar PT Sayaga Wisata tidak bangkrut di bulan Desember 2024 mendatang.
Dia menyesalkan gagalnya PT Sayaga Wisata mendapatkan penambahan modal pemerintah. Padahal, tak sedikit pihak yang menyarankan untuk itu.
“Tim Penasehat Investasi Daerah (TPID) dan Inspektorat Kementerian Dalam Negeri memberikan rekomendasi agar PT Sayaga Eisata ditambah penyertaan modal, tetapi pada akhirnya tidak disetujui,” tutur Supriadi Jufri.
Ia menjelaskan rencananya investor akan menanamkan investasi sebesar Rp26 miliar atau Rp 36 miliar. Jika angka terakhir dipenuhi, Hotel Sayaga Wisata akan naik menjadi hotel bintang empat.
Pertengahan bulan ini, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bogor, Azwar Anas meminta Pemkab Bogor berhati-hati terhadap rencana penambahan modal pemerintah pada PT Sayaga Wisata.
Kehati-hatian, dia maksudkan, adalah dengan cara meneliti dan mengkaji secara spesifik tentang tujuan dari rencana penambahan penyertaan modal itu.
Dia pun mempertanyakan apakah dengan penambahan penyertaan modal pemerintah tersebut, PT Sayaga Wisata dapat memaksimalkan fungsinya sebagai BUMD yang bergerak di sektor pariwisata.
“Pemkab Bogor harus melakukan riset mendalam tentang kondisi PT Sayaga Wisata, termasuk analisis keuangan, potensi pasar, risiko yang mungkin dihadapi, serta manfaat dari penambahan penyertaan modal,” katanya.***
Editor : Zulfirman


