IPB University Berhasil Panen Tiga Varietas Baru Anggur Tropis
IPB University berhasil mengembangkan dan memanen tiga varietas baru anggur tropis yaitu Ilaria, Jupiter dan Gozv.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - IPB University berhasil mengembangkan dan memanen tiga varietas baru anggur tropis yaitu Ilaria, Jupiter dan Gozv.
Varietas anggur tropis itu diteliti IPB University dam mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di Indonesia.
"Alhamdulillah kami kemarin berhasilan panen perdana anggur di kawasan Agribusiness and Technology Park IPB University. Panen perdana ini ini menjadi bagian dari riset pengembangan buah lokal untuk mendukung peningkatan produksi hortikultura nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor buah," kata Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet, Minggu 8 Maret 2026.
Alim memaparkan, pengembangan anggur tropis merupakan salah satu upaya memperkuat kemandirian pangan dan buah nasional melalui riset dan inovasi budidaya Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada buah impor.
"Salah satu caranya dengan meningkatkan produktivitas berbagai komoditas pertanian melalui riset varietas unggul dan inovasi budidaya. Ketika kita dibanjiri barang impor, maka kita harus bertumpu pada kekuatan sendiri, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas nasional untuk berbagai komoditas, baik pangan maupun hortikultura," paparnya.
Alim menjelaskan, tiga varietas anggur introduksi yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis Indonesia. Untuk varietas Ilaria memiliki warna hijau dengan rasa manis ketika mencapai tingkat kematangan optimal. Sementara Jupiter berwarna kemerahan dengan kadar gula tinggi dan menjadi favorit konsumen karena tidak memiliki biji.
"Adapun varietas Gozv memiliki warna lebih gelap hitam dengan karakter rasa manis dan tekstur renyah atau crunchy. Menariknya, di negara asalnya tanaman anggur biasanya hanya berbuah sekali setelah musim dingin. Namun dalam kondisi iklim tropis Indonesia, tanaman tersebut berpotensi dipanen hingga dua kali dalam setahun. Tanaman anggur yang dipanen di ATP IPB saat ini berumur sekitar sembilan bulan. Tanaman mulai dibungakan pada usia enam bulan sehingga panen perdana dilakukan setelah sekitar tiga bulan masa generatif," jelasnya.
Alim menegaskan, kondisi produksi normal, satu pohon anggur ditargetkan mampu menghasilkan hingga 8 kilogram buah. Namun pada panen perdana ini, produksi masih sekitar 3 kilogram per pohon, faktor dari tanaman belum memasuki masa produksi optimal. Pengembangan kebun anggur ini juga menjadi bagian dari penelitian mahasiswa di IPB University.
"Riset saat ini melibatkan mahasiswa program sarjana hingga pascasarjana yang mempelajari teknik budidaya anggur tropis. Selain sebagai sarana penelitian, kebun anggur di ATP IPB juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan inovasi hortikultura serta rujukan bagi petani dan komunitas penggiat anggur di berbagai daerah di Indonesia," tegasnya.
"Dengan keberhasilan panen perdana ini, pengembangan anggur tropis lokal diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia," pungkas Alim.
Editor : Doni Ramdhani

