Istrinya Maju Jadi Caleg DPR RI, Ridwan Kamil: Bu Atalia Punya Kapasitasnya Sendiri...

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, keputusan istrinya Atalia Praratya untuk maju menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar pada kontestasi Pemilu 2024 sah-sah saja dilakukan, terlebih menurutnya yang bersangkutan memiliki kapasitas.

Istrinya Maju Jadi Caleg DPR RI, Ridwan Kamil: Bu Atalia Punya Kapasitasnya Sendiri...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, keputusan istrinya Atalia Praratya untuk maju menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar pada kontestasi Pemilu 2024 sah-sah saja dilakukan, terlebih menurutnya yang bersangkutan memiliki kapasitas.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat ridwan kamil mengatakan, keputusan istrinya atalia praratya untuk maju menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar pada kontestasi Pemilu 2024 sah-sah saja dilakukan, terlebih menurutnya yang bersangkutan memiliki kapasitas.

Emil memaparkan, secara pendidikan Bu Cinta sangat mumpuni. Belum lagi selama ini diakuinya, istrinya selalu memiliki perhatian lebih terhadap masyarakat dan kemanusiaan. Jalan yang dipilih dengan bergabung ke partai politik dan keinginan menjadi anggota parlemen menurutnya, adalah jalan paling bijak dilakukan guna merealisasikan perjuangan tersebut.

"Bu Atalia punya kapasitasnya sendiri, pintar, berpendidikan tinggi dan lebih tinggi dari suaminya. Aktivitasnya banyak sekali. Jadi memiliki kapasitasnya sendiri. Selama ini memberi hidupnya untuk masyarakat dan kemanusiaan. Tapi tentunya masuk ke partai punya cita-cita membawa perubahan, kebermanfaatan itu di level kebijakan nasional. Makanya memilih ingin mengabdikan pemikirannya di level nasional. Maka yang paling pas kan masuk sebagai anggota DPR," ujarnya di Masjid Raya Al-Jabbar, Sabtu 13 Mei 2023.

Dia melanjutkan, dipilihnya Partai Golkar sebagai perahu politik Atalia bukan atas dasar paksaannya. Dia menjelaskan, keputusan tersebut murni keinginan Bu Cinta, bahkan telah dipertimbangkan secara matang selama satu tahun terakhir.

"Kedua kenapa Golkar, bukan karena arahan saya. Saya enggak pernah arahin, hanya memberikan plus-minus dari semua keinginannya. Bahwa ternyata sama, ya Alhamdulillah. Tapi saya tidak maksa, mengarahkan terlalu jauh. Semua adalah keputusannya dan saya kan tidak ikut, karena saya kan fokusnya eksekutif. Jadi sebenarnya tidak ada konflik-konflik kepentingan, karena ini bidangnya di nasional. Saya kan fokusnya di Jawa Barat. Proses berpikirnya sudah setahun juga, menjelang-menjelang lebih intens lagi," terangnya.

Terlebih kata Emil, bergabungnya Atalia ke Golkar baru terjadi belum lama ini. Meski dia tidak menampik, keputusan memilih partai berlambang Pohon Beringin tersebut untuk maju menjadi bakal calon anggota parlemen RI juga atas restunya. Termasuk masukan darinya agar istrinya harus siap menghadapi apapun konsekuensi, dengan keputusannya turut ambil bagian dalam politik praktis.

"Jadi kader baru seminggu. Sudah saya bilang, kalau politik praktis itu jadi makhluk panggung. Pasti di comment. Jadi sudah siap. Enggak jadi makhluk panggung juga, suka tidak suka selalu ada. Saya sangat mensupport tapi saya tidak melakukan arahan, paksaan. Itu mah hidupnya sendiri. Cuma tetap harus ada ridha suami," ucapnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, baik atau tidaknya partai politik itu bergantung dengan tokoh didalamnya. Bila figurnya kata dia berkualitas, maka akan memberi dampak positif bagi partai. Sebab, melalui partai politik pula kata dia, orang-orang yang memiliki semangat memberi kebermanfaatan akan mendapat ruang lebih untuk berkreativitas.

"Partai citranya gimana supir dan penumpangnya. Kalau supirnya berkualitas, penumpangnya berkualitas orang dari jalan melihat pun akan mengapresiasi. Makanya partai politik itu kendaraan. Dipakai kebaikan jadi citra yang baik, dipakai keburukan jadi citra yang buruk. Maka orang-orang yang punya idealisme, keinginan memberi kebermanfaatan. Gunakan kendaraan yang bernama partai politik untuk membangun kemaslahatan, perubahan," kata Emil.


Dia pun membeberkan, keputusannya dan Atalia memilih Golkar pun tidak lepas dari semangat partai tersebut yang dianggapnya sejalan dengan visi dan misinya. Terlepas adanya dinamika yang terjadi di masa lalu, yang terjadi dalam tubuh partai.

"Partai Golkar, partai tengah. Sangat modern, jadi cocok buat kita-kita yang semangat eksistensinya datang dari prestasi dan dari kerja," bebernya.

Sedangkan mengenai desas-desus keputusan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang cabut dari Partai Golkar, Emil kembali menegaskan hal tersebut adalah hak masing-masing. Tetapi yang pasti dia akan selalu mendoakan hal baik bagi anggota DPR RI ini.

"Politik hak pribadi, hak beliau untuk berpindah. Setiap zaman mungkin ada plus-minusnya. Saya doakan sukses yang penting mencintai ke-Indonesiaan, mencintai pelayanan publik," tutupnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana