Jababeka Telurkan Embrio Correctio di Bekasi
Ekosistem industri 4.0 bakal megah berdiri di Bekasi. Jababeka bakal menggabungkan start-up, akademia, bisnis, dan pemerintah di satu lokasi kawasan Correctio.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ekosistem industri 4.0 bakal megah berdiri di Bekasi. Jababeka bakal menggabungkan start-up, akademia, bisnis, dan pemerintah di satu lokasi kawasan Correctio.
Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono mengatakan, diluncurkannya Correctio di Bekasi itu mewujudkan visi satu kawasan dengan ekosistem mumpuni berbasis 4.0. Kawasan itu pun menyediakan akses bagi start-up dan industri kepada lembaga riset, venture capital, pemerintah, penyedia solusi teknologi dan solusi manufaktur yang tergabung menjadi satu.
Menurutnya, Correctio akan berdiri di atas tiga pilar spesifik yakni Society 5.0, Industry 4.0, dan Transit Oriented Development (TOD). Start-up dan industri di Correctio akan lahir dari lulusan universitas ternama melalui program Hackathon hasil kerja sama antara Jababeka dan BISA AI di Bekasi.
“Program ini akan menjadi magnet bagi start-up untuk berkembang di Correctio atas potensi pendanaan dan fasilitas lainnya yang dibangun Jababeka bersama para mitra strategis. Keberlangsungan start-up di Correctio dipercaya akan terus bertahan karena produk atau layanannya berpotensi digunakan 2.000 industri dari 30 negara yang menempati kawasan Jababeka,” jelas Sutedja saat peluncuran Correctio di Bekasi, Kamis 8 September 2022.
Sebagai penjunjang, Jababeka menawarkan sejumlah fasilitas yang akan dikembangkan di Correctio dalam waktu mendatang. Di kawasan itu akan dikembangkan sejumlah fasilitas kelas dunia yang siap mendukung perkembangan Industry 4.0 dan Society 5.0 seperti pengembangan district cooling system, pengaplikasian solar panel, urban farming, fabrication lab, data center, smart command center, dan fasilitas pengembangan kota berbasis TOD untuk mempermudah aksesibilitas.
Correctio yang berlokasi di Cikarang, membawa potensi besar karena bertepatan dengan aglomerasi kawasan industri terbesar di Asi. Kawasan itu pun diyakininya telah memicu bertumbuhnya perekonomian Tanah Air. Area ini juga telah dilengkapi dengan desain tata kota berbasis TOD yang dapat dijangkau LRT, MRT, kereta cepat, damri dan jalan raya yang menunjang kemudahan akses komunitas bagi transportasi publik, pejalanan kaki, dan pesepeda.
Sutedja menuturkan, melalui kemitraan yang sebelumnya telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI, Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries, Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI Kemenperin, Jababeka telah membuka akses bagi start-up dan industri untuk terus berkembang dan menghasilkan inovasi serta solusi berbasis teknologi di Correctio.
Correctio juga menyediakan ruang khusus bagi start-up di Fabrication Lab Jababeka agar dapat berkreasi untuk melahirkan solusi mutakhir melalui berbagai fasilitas baik itu mesin, robot, atau AI yang disediakan. Hal ini tak cukup tanpa keterlibatan langsung mitra penelitan, karenanya BRIN hadir sebagai lembaga yang mendukung kebutuhan riset start-up di kawasan ini.
Jababeka bersama para mitra seperti Telkomsel akan mengakselerasi pertumbuhan start-up dengan network 5G, fasilitas IoT, smart building system, dan jaringan telekomunikasi fiber optik. Selain itu, telah tersedia infrastruktur industri pendukung lainnya seperti Cikarang Dry Port, Bekasi Power dan Cikarang Listrindo, Jababeka Industrial Estate, serta Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel).
“Ini merupakan aksi nyata Jababeka dalam mewujudkan proyek kawasan Correctio sebagai pusat inovasi bisnis berbasis teknologi terbesar,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang hadir secara virtual menyebutkan diresmikannya Correctio patut dimaknai sebagai peluang emas untuk membuat perekonomian Tanah Air semakin maju. Seluruh ekosistem Correctio akan mendukung bangkitnya perekonomian Tanah Air berbasis teknologi berkelanjutan yang komunitasnya dapat unggul dalam ekosistem yang kian kompetitif di masa mendatang.
“Di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi adidaya. Jabar dengan potensi yang luar biasa diwakilkan oleh Jababeka khususnya, siap dengan infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekonomi untuk membangun pembangunan yang inovatif dan berkelas dunia,” ucapnya.
Orang nomor satu di Jabar itu pun menekankan pentingnya kolaborasi yang menggabungkan ekosistem start-up, akademia, bisnis, dan pemerintah pada kawasan itu.
“Para milenial dan Gen Z harus punya mimpi besar untuk memajukan Indonesia. Harus memiliki semangat kreativitas untuk menciptakan inovasi dan membuat gebrakan baru untuk menciptakan start-up yang bergerak di bidang tech engineering,” ujar Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan.*** (dnr)
Editor : Doni Ramdhani

