Jabar Dorong Swasembada Kedelai, Dedi Mulyadi Tekankan Tanam Tumpang Sari

Pemprov Jabar memperkuat langkah menuju swasembada kedelai dengan penanaman di lahan seluas 210 hektare milik PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Indramayu.

Jabar Dorong Swasembada Kedelai, Dedi Mulyadi Tekankan Tanam Tumpang Sari
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meninjau penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare milik PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu belum lama ini. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memperkuat langkah menuju swasembada kedelai dengan penanaman di lahan seluas 210 hektare milik PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi optimistis lahan kedelai tersebut memberikan hasil panen maksimal.

"Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ujar Dedi.

Dia menekankan perlunya perubahan pola tanam yang selama ini masih keliru, seperti memanen kedelai terlalu dini saat tanaman masih hijau, atau menanam padi terus-menerus sepanjang tahun tanpa jeda. Praktik ini berdampak pada kesuburan tanah yang menurun drastis, bahkan pH tanah menjadi di bawah 4.

"Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti, karena hujannya banyak, bisa tanam setahun tiga kali bahkan empat kali, tidak ada jeda. Dampaknya tingkat kesuburan tanahnya menurun, PH-nya di bawah 4," ucapnya.

Sebagai solusi, dia mendorong petani melakukan penanaman tumpang sari, yakni menanam kedelai dan kacang secara bergantian setahun sekali, guna menjaga kualitas tanah tetap subur.

"Kepada melalui Dinas Pertanian, setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat," ucapnya. 


Editor : Doni Ramdhani