Jabar Efektif Turunkan Angka Kemiskinan Meski Dana Desa Minim
Meski Kucuran Dana Desa Minim, Langkah Jabar Efektif Turunkan Angka Kemiskinan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor-Jumlah desa di Jabar yang cenderung lebih sedikit disandingkan Jawa Timur dan Jawa Tengah dinilai akan berdampak pada penyaluran dana desa. Di mana saat ini anggaran pusat untuk dana desa Jabar tidak lebih besar, padahal memiliki jumlah penduduk jauh lebih banyak dari dua provinsi tersebut.
Hal tersebut disadari oleh Menteri Desa Menteri Desa Abdul Halim Iskandar usai Raker Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 di Sentul International Convention Center di Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2020).
"Yang saya juga baru sadar ternyata Jabar itu jumlah desa-nya kecil dan itu berdampak kepada tersalurnya dana desa ketika dibandingkan ke Jawa tengah dan Jawa timur," ujar Abdul Halim.
Kendati demikian, dia memberi acungan jempol kepada Jabar yang dapat mengoptimalkan anggaran minim dengan menelurkan sejumlah inovasi untuk desa. Salah satunya dengan menggodok realisasi desa digital.
Misalnya, Abdul Halim menambahkan, saat ini sejumlah desa di Jabar telah mengaplikasikan transaksi keuangan cash less.
"Tidak pakai uang tunai semua ditransfer dan itu pada saatnya pasti akan kita wajibkan. Hari ini kita imbau, kita ajak dan kita menekan untuk desa desa yang sudah memiliki jaringan pasti akan menjadi kewajiban untuk menjadi desa digital, salah satu ukuran desa digital itu duit tidak pakai uang tunai," paparnya.
Selain itu, Abdul Halim juga menyampaikan, sistem cashless pun merupakan salah satu upaya agar tidak terjadinya penyimpangan anggaran. Karena itu, menurut dia, sejumlah inovasi yang dipaparkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam raker sangat efisien untuk mendorong pembangunan desa.
"Yang disampaikan (Ridwan Kamil) bagus tadi ada beberapa juga sama dengan data kita," katanya.
Dana Desa Minim, Jabar Lebih Efektif Mengentaskan Kemiskinan Disandingkan Jatim dan Jateng
Saat ini Jabar hanya memiliki 5.312 desa. Jumlah tersebut lebih sedikit disandingkan Jawa Tengah sebanyak 7.809 dan Jawa Timur 7.724 desa. Sedangkan dana desa yang untuk Jabar hanya Rp5,7 triliun. Bila dibandingkan dengan Jateng saja yang dikucurkan Rp7,8 triliun, tentunya anggaran dana desa untuk Jabar lebih minim.
Kendati demikian, saat ini angka kemiskinan Jabar di angka 9,7% atau 1,1 juta jiwa. Sementara Jateng 12,4% atau 2,1 juta jiwa.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim Jabar sebagai provinsi yang pengentasan kemiskinannya paling cepat disandingkan Jateng dan Jatim. Hal tersebut lantaran efektifnya program-program inovatif yang sejauh ini telah digagas.
"Berdasarkan BPS statistik angka kemiskinan kita turun walaupun desa kita lebih sedikit sehingga dana desanya juga terbatas," ujar Ridwan Kamil.
Pencapaian lainnya, yaitu banyaknya status desa yang meningkat. "Rumus ini akan kita kebut denngan sisa 4 tahun kepemimpinan saya, insya Allah semua minimal naik ke desa maju," katanya.
Agar inovasi pembangunan desa di Jabar kian maksimal, Emil -sapaan Ridwan Kamil- berharap dimensi kepadatan penduduk masuk dalam rekomendasi untuk meningkatkan anggaran dari pusat. Sehingga tidak hanya berpatokan pada jumlah daerah atau desa.
"Kami daerahnya sedikit penduduknya banyak. Jadi mohon ada dimensi kepadatan penduduk supaya minimal kalau tidak bisa dimekarkan dana kami ditambah," katanya.
Adapun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Dedi Sopandi mengatakan, dalam jangka setahun terdapat peningkatan status desa secara signifikan. Misalnya pada 2018 lalu terdapat 695 desa maju di Jabar. Sedangkan pada 2019, bertambah menjadi 1.232 desa.
"Begitu juga Desa Mandiri, tahun 2018 lalu jumlahnya 33 desa sedangkan tahun 2019 menjadi 98 desa," ujar Dedi.
Bahkan, dengan sejumlah program inovasi mampu mengentaskan jumlah desa sangat tertinggal. Di mana pada 2018 terdapat 48 desa sangat tertingga di Jabar.
"Desa sangat tertinggal tahun 2019 itu kosong. Tapi kami tetap akan menjaga agar tidak ada tumbuh lagi karena terkena dampak seperti bencana yang memang tidak bisa dihindarkan," paparnya. (Riantonurdiansyah)
Editor : JakaPermana

