20 Jembatan Gantung Dibangun di Jabar, Tersebar di Banyak Titik

Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Barat mengusulkan 54 titik proyek pembangunan jembatan gantung. Untuk tahun 2019 ini ditargetkan terdapat 20 jembatan gantung yang dapa

20 Jembatan Gantung Dibangun di Jabar, Tersebar di Banyak Titik
INILAH, Bandung – Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Barat mengusulkan 54 titik proyek pembangunan jembatan gantung. Untuk tahun 2019 ini ditargetkan terdapat 20 jembatan gantung yang dapat dieksekusi.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Dedi Sopandi memprediksi untuk pembangunan satu jembatan penghubung desa ini akan menghabiskan dana sekitar Rp200 juta.
 
"Jadi saat ini untuk 20 jembatan kita sudah mengandalkan sekitar kurang lebih 4 miliar," ujar Dedi.
 
Dia sampaikan, fungsi dari jembatan gantung ini untuk menghubungkan satu desa dengan lokasi lainnya. Khususnya, untuk memfasilitasi anak-anak sekolah yang hendak menuju tempat belajar. 
 
"Jadi ada beberapa titik-titik yang sudah kita tinjau,  sudah kita lakukan usulan itu di 54 lokasi, ada di Cianjur, di Sukabumi, Cirebon, Garut, Pangandaran dan sebagainya," katanya.
 
Pihaknya berharap, sebanyak 20 jembatan gantung dapat terealisasi dan dapat diakses oleh warta pada tahun 2019. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi untuk melanjutkan proyek pembangunan pada tahun depan.
 
"Kita evaluasi lagi ke depan, apakah di 2020 ini polanya tetap seperti itu atau kita akan masukkan di bantuan keuangan desa," katanya.
 
Dari hasil pantauan di sejumlah titik tersebut, dia sampaikan, pihaknya menemukan di beberapa lokasi ada anak sekolah yang terpaksa menyisir sungai ketika hendak belajar. Selain itu, ada pula masyarakat yang harus memikul hasil pertanian dengan melintasi sungai.
 
Sementara, bila memilih jalur lain harus menghabiskan waktu yang lebih lama, lantaran cenderung sangat jauh. Karena itu, dia katakan, masyarakat di lokasi tersebut sangat membutuhkan pembangunan jembatan gantung.
 
"Kadang-kadang saat sungai itu meluap dan banjir itu jelas mengganggu waktu dari aspek perekonomian dan lintasan perjalanan mereka," katanya.
 


Editor : inilahkoran