Rencana Kelahiran Partai Buruh, Harus Merangkul Semua Elemen buruh dan Masyarakat

Rencana pendirian Partai Buruh yang diinisiasi Presiden KSPI Said Iqbal diapresiasi berbagai serikat pekerja yang ada di Indonesia.

Rencana Kelahiran Partai Buruh, Harus Merangkul Semua Elemen buruh dan Masyarakat
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Logam Elektronik Mesin (LEM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Barat, Muhamad Sidarta.

INILAHKORAN, Bandung - Rencana pendirian partai buruh yang diinisiasi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal diapresiasi oleh berbagai serikat pekerja yang ada di Indonesia. Namun demikian, belum tentu semua serikat pekerja ini bergabung dengan partai tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Logam Elektronik Mesin (LEM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Barat, Muhamad Sidarta.

Kata Muhamad Sidarta, hingga saat ini secara kelembagaan SPSI belum pernah membahas soal bergabung atau tidaknya dengan partai buruh tersebut. Namun demikian, secara pribadi ia sangat mengapresiasi rencana tersebut.

Baca Juga: Ridwan Kamil Apresiasi Aspirasi Gabungan Serikat Pekerja Melalui Zoom

Muhamad Sidarta menambahkan bahwa kekuasaan itu harus diambil, jika tidak diambil berbahaya. Di Indonesia ada 70 juta buruh itu belum keluarganya. Kalau kesadaran kolektifnya tinggi, buruh tidak akan pernah kalah, bakal jadi presiden terus, jadi gubernur terus. Tapi, itu memang butuh proses yang panjang, ketika secara kelembagaan belum bisa sepakat.

“Secara personal saya menghargai, karena semua aturan, regulasi dibuat oleh partai yang berkuasa. Jadi memang kekuasaan itu harus diambil," kata Muhamad Sidarta disela Musda DPD FSP LEM SPSI Jabar di hotel Sunshine di Soreang pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Muhamad Sidarta juga memberikan semangat agar para pendiri partai buruh ini tidak mudah menyerah dan pantang mundur. Selain itu, dia juga mengimbau agar para inisiator pendirian partai buruh ini gencar melakukan konsolidasi dengan semua serikat pekerja di Indonesia.

Baca Juga: Enam Alasan Serikat Pekerja Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Kata dia, di Indonesia ini terdapat kurang lebih 149 serikat pekerja tingkat nasional. Jika semua bersatu, tentunya akan menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan di kancah politik nasional.

"Di Indonesia itu ada 149 serikat pekerja tingkat nasional, bereskan dulu itu (konsolidasi). Suatu saat kita memang harus kuasai itu, kalau kita solid buruh tidak akan tergantikan. Kemarin, SBY dan Jokowi itu cuma 60 juta, nah kita buruh ada 70 juta. Kalau kesadaran kolektifnya tinggi apalagi bisa amanah menjaga kepercayaan bisa berkuasa terus," ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto Ferianto. Kata dia, secara organisasi SPSI baik nasional maupun di Jawa Barat tidak bergabung. Karena pada prinsipnya, SPSI bukanlah underbow atau berafiliasi kepada salah satu partai tertentu. Namun demikian, organisasi tidak melarang jika personalnya turut bergabung.

"Nah apakah kaum buruh mendukung, tentu saja mendukung. Karena selama ini kita mendukung partai yang ada tapi suara kita tidak didengar. Sebenarnya ini bukan partai baru yah, tapi new reborn (lahir kembali), dikelola oleh konfederasi dan federasi-federasi yang diharapkan dapat mengubah kesejahteraan nasib buruh," kata Roy Jinto Ferianto di tempat yang sama.

Roy Jinto Ferianto berharap partai buruh yang dibidani oleh Said Iqbal itu dapat merangkul semua elemen. Baik itu buruh, nelayan, petani, kaum miskin kota dan sebagainya. Jangan sampai seolah-olah milik salah satu kelompok buruh saja.***(rd dani r nugraha)


Editor : inilahkoran