Jawa Barat Bantu Pemulihan Kabupaten Lumajang Pasca Erupsi Semeru

Tim Jabar Quick Response (JQR) mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang Jatim

Jawa Barat Bantu Pemulihan Kabupaten Lumajang Pasca Erupsi Semeru
Jawa Barat Bantu Pemulihan Kabupaten Lumajang Pasca Erupsi Semeru
 
INILAHKORAN- Tim Jabar Quick Response (JQR) mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kedatangannya kali ini untuk berkontribusi dalam masa pemulihan.
 
Kordinator Kebencanaan JQR Ade Fayzal Hidayat menjelaskan, di Lumajang pihaknya tengah membangun komunikasi dengan pemerintah setempat terkait bantuan pembangunan hunian sementara (HUNTARA) dan renovasi sarana Pendidikan terdampak erupsi juga 20 unit komputer untuk satu sekolah dasar di Sumberejo, Lumajang.
 
“Atas intruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam masa transisi ke pemulihan kami berkordinasi untuk niat baik dari Provinsi Jawa Barat untuk ikut bersama membantu Kabupaten Lumajang memulihkan kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru di awal desember lalu,” ujar Ade Fayzal Hidayat, Sabtu 1 Januari 2022.
 
 
Dari hasil assesmen saat masa tanggap darurat, tim JQR merekomendasikan untuk ambil bagian dalam proses pembangunan HUNTARA dan perbaikan sarana pendidikan. Sebab memiliki tingkat kedaruratan yang tinggi.
 
Menurut Ade Fayzal Hidayat, JQR telah berkolaborasi dengan berbagai donatur dan BUMD dari Jawa Barat yang telah siap membantu. Agar proses penyaluran bantuan tepat guna, pihaknya melakukan survey langsung ke titik yang dituju berdasarkan data.
 
“Kita matangkan dahulu segala sesuatunya seperti birokrasi penyaluran bantuan, titik terdampak dan lainnya tapi tetap diimbangi dengan kecepatan responnya, ”ujarnya.
 
 
Lanjut Ade, JQR juga menyalurkan bantuan alat komunikasi kepada komunitas Sahabat Volunteer Semeru (SAVER). Alat komunikasi itu sendiri digunakan untuk sarana mitigasi bencana. 
 
Alat komunikasi itu akan bermanfaat untuk jaringan komunikasi bagi beberapa desa di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.
 
“Selama ini warga masih menggunakan alat sederhana kentongan untuk tanda bahaya jika terjadi sesuatu seperti erupsi kemarin atau lainnya,” katanya.
 
 
Sebelumnya, dalam masa tanggap darurat, 200an relawan asal Jawa Barat dengan kemampuan SAR telah melaksanakan tugas kemanusiaan seperti operasi SAR, pendistribusian bantuan dan kegiatan assesmen. “Harapannya, Kab.Lumajang lekas pulih dan  akatifitas warga kembali normal seperti sediakala,” ujar Ade Fayzal Hidayat. (Okky Adiana)***
 
 


Editor : inilahkoran