Tagar 'Sunda Tanpa PDIP' Trending Twitter, Sekjen PDIP Sebut Itu hal Biasa

Sekjen PDIP Jawa Barat Ketut Sustiawan mengaku adanya tagar Sunda tanpa PDIP yang saat ini trending merupakan hal biasa dalam dunia politik.

Tagar 'Sunda Tanpa PDIP' Trending Twitter, Sekjen PDIP Sebut Itu hal Biasa
Sekjen PDIP Jawa Barat Ketut Sustiawan

INILAHKORAN, Ngamprah - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Jawa Barat, Ketut Sustiawan menegaskan adanya tagar 'Sunda Tanpa PDIP' yang trending di media sosial itu hal biasa.

Ketut Sustiawan mengaku tagar tersebut sengaja dibuat oleh lawan politik dari PDI Perjuangan.

"Ini terkait medsos, PDI Perjuangan kan 90 persen orang Sunda di Jawa Barat dan saya pun paham ini dibuat oleh lawan politik kita," katanya.

Menurutnya, hal itu merupakan dinamika politik jelang pemilu dan pihaknya menganggap itu merupakan hal biasa.

Baca Juga: Inne Calon Tunggal Muscab DPC IWAPI Kabupaten Bogor

"Jadi kita anggap ini sebuah dinamika perpolitikan. Semua orang punya hak, apalagi zaman medsos seperti sekarang ini semua orang bisa bicara," tuturnya.

Kendati demikian, lanjut dia, hal itu pun bisa menjadi bagian dari kritik dan evaluasi, tentu PDI Perjuangan di Jabar beserta seluruh jajarannya akan mengambil hikmahnya.

"Yang jelas ini bukan kesalahan atau sikap partai. Orang bisa mengakibatkan itu" ujarnya.

Oleh karenanya, jelas dia, pihaknya sedang mewujudkan Jawa Barat ini melalui kegiatan yang menghadirkan politik yang berkebudayaan dan bukan hanya kerja partai melalui Badan Kebudayaan.

Baca Juga: KPK Setor Uang Hasil Sitaan ke Kas Negara, Nominalnya Fantastis

"Jadi lewat Badan Kebudayaan, partai kita sudah mencanangkan, seperti Rabu Nyunda yang sudah diintruksikan kepada seluruh jajaran baik DPC, fraksi, termasuk Bupati dan Kepala Daerah untuk bisa melaksanakan kebudayaan," jelasnya.

Ia menyebut, setiap hari Rabu merupakan Hari Kebudayaan yang dihadirkan melalui cara berpakaian, bertutur kata, termasuk juga menghadirkan kuliner-kuliner khas daerah.

"Jadi, sebetulnya kita sangat peduli terhadap kebudayaan dengan membentuk Badan Kebudayaan, dan salah satu pengurus yang menjabat sebagai bendaharanya adalah Pak Hengky Kurniawan dan Ketua Badan Kebudayaan, Pak Ari Mulya," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : inilahkoran