Ridwan Kamil: Di Jabar, Sekarang Ngasih Makan Ikan Lele Sudah Pake Hape

Ridwan Kamil menjelaskan, proses pemberian makan atau ngasih makan ikan lele sudah pake hape itu bisa dilakukan dengan teknologi IoT.

Ridwan Kamil: Di Jabar, Sekarang Ngasih Makan Ikan Lele Sudah Pake Hape
Ridwan Kamil mengatakan, di Jabar sekarang ngasih makan ikan lele sudah pake hape.

INILAHKORAN, Bandung - "Di Jabar, sekarang ngasih makan ikan lele sudah pake hape," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan arahan pada Rakor Akbar Gabungan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Daerah Jabar di Inna Beach Hotel Pangandaran, Sabtu 19 Februari 2022.

Ridwan Kamil menjelaskan, proses pemberian makan atau ngasih makan ikan lele sudah pake hape itu hanya dilakukan menggunakan smartphone yang dilengkapi pendekatan teknologi internet of things (IoT).

Ridwan Kamil menyampaikan, pendekatan IoT untuk budidaya ikan lele ini sudah dilakukan petani di Indramayu. Melalui pengendalian lewat smartphone untuk ngasih makan ikan lele sudah pake hape itu diakuinya mampu meningkatkan panen lele hingga berkali-kali lipat.

Baca Juga: Bapenda Jabar Gali Potensi PBBKB Guna Capai Target PAD Rp31,5 Triliun

Menurutnya, peningkatan panen juga terjadi pada pemanfaatan teknologi fish finder di Sukabumi dan apartemen ayam di Kabupaten Bandung. Ridwan Kamil memastikan, potensi sektor Pertanian di Jawa Barat sedang terus dioptimalkan. Salah satu upaya mendorong sektor pertanian di Jawa Barat ini, yakni dengan melakukan transformasi dengan menggunakan teknologi.

Ridwan Kamil berharap para tenaga harian lepas penyuluh pertanian untuk menguasai teknologi digital.

"Kita sedang membangun teknologi pertanian, karenanya para penyuluh harus menguasai dan menerapkannya ke petani kita," katanya Ridwan Kamil.

Baca Juga: Dua Daerah di Jabar Masuk Kategori 10 Kabupaten Kota Capaian Investasi Terbesar

Dirinya tak ingin pengolahan pertanian di Jabar masih menggunakan cara konvensional. Namun secara bertahap teknologi digital dalam pertanian menjadi bagian tak terpisahkan termasuk dalam hal pemasaran.

"Saya tidak mau lagi pertanian Jabar konvensional. Poinnya, dengan ilmu semua bisa," katanya.

Apalagi, lanjutnya, tanah Jabar ada di peringkat kesepuluh di dunia yang paling subur. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal yang dipadukan dengan teknologi pertanian.

Baca Juga: Jurus Jitu Ridwan Kamil Genjot Ekonomi Derah, 50 Event Besar Siap Digelar di 2022

"Menurut penelitian tanah Jabar ke-10 tersubur di dunia," ujar Kang Emil.

Selain penguasaan teknologi, para perwakilan penyuluh dari 27 kabupaten/ kota di Jabar itupun diminta menyosialisasikan kepada generasi muda untuk tak malu menekuni dunia pertanian termasuk ikut dalam program petani milenial.

"Saya titip ajak generasi muda untuk terjun di dunia pertanian tapi dengan digital agar nantinya tinggal di desa, rezeki kota, dan bisnis mendunia," kata dia. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran