Alhamdulillah, WNI Asal Jabar di Arab Saudi yang Sakit Keras Berhasil Dipulangkan JQR

JQR telah mengupayakan pemulangan WNI asal Jabar yang tertahan di Arab Saudi dan Korsel karena sakit keras.

Alhamdulillah, WNI Asal Jabar di Arab Saudi yang Sakit Keras Berhasil Dipulangkan JQR
JQR telah memulangkan WNI asal Jabar dari Arab Saudi yang sakit keras.

INILAHKORAN, Bandung- Jabar Quick Response (JQR) tengah mengupayakan kepulangan WNI asal Jabar di Arab Saudi dan Korea Selatan (Korsel) yang sakit keras.

Adapun warga Jabar yang tertahan di Riyadh Arab Saudi telah berhasil tiba di tanah air pada Kamis 3 Februari 2022 lalu.

Ketua Umum JQR Bambang Trenggono mengatakan, keberhasilan memulangkan warga Jabar tersebut merupakan hasil konsolidasi lintas dinas dan badan.

Hal ini merupakan ciri bagaimana negara hadir dalam permasalahan warganya dimanapun dia berada,”ujarnya.

Baca Juga: Sudah Go Internasional, Warkop Mendunia Ada di New York, Jual Mie Instan dan Gorengan Juga!

Sedangkan warga Kabupaten Sukabumi yang tertahan di Korea Selatan, pihak pemerintah tengah mencari cara untuk membayar biaya rumah sakit di Seoul.

Karena biaya yang sangat besar menjadi kendala.

“Kita sedang cari solusi mengenai biaya rumah sakit di sana, salah satunya adalah menggandeng BUMD di Jawa Barat untuk menyalurkan bantuan melalui CSR dan penggalangan dana untuk membayar biaya rumah sakit dan kepulangannya,”ucapnya.

Menurut Bambang, sebelumnya JQR menerima laporan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil perihal Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jabar tengah menjalani pengobatan di rumah sakit di Riyadh Arab Saudi dan Seoul Korea Selatan.

Baca Juga: Kabar Baik! Kasus Covid 19 di Jabar Menurun Drastis, Begini Indikatornya

Keduanya berharap bisa melanjutkan pengobatan di tanah air namun tak bisa pulang.

“Warga Cianjur tertahan di Riyadh, Arab Saudi sedangkan yang dari Sukabumi tertahan di Seoul, Korea Selatan. keduanya memiliki masalah kesehatan ditambah kendala administrasi kependudukan dan tunggakan biaya rumah sakit,”ucapnya.

Tim JQR telah terhubung dengan pihak keluarga dan menggali informasi lengkap terkait kondisi dua warga Jabar tersebut.

Selanjutnya, jelas Bambang, tahap yang ditempuh JQR adalah melakukan kolaborasi lintas dinas.

Baca Juga: Ciro Alves Resmi Tinggalkan Persikabo, Bobotoh: Welcome di Persib

“Setelah mendapat laporan kami menghubungi keluarganya untuk mendapatkan data lalu berkordinasi dengan stakeholder membuka cara bagaimana kedua warga Jabar tersebut bisa kembali,”ujarnya saat di wawancara di Kota Bandung.

Hasilnya, JQR melaksanakan pertemuan dengan pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia(BP2MI), BP2MI Jabar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dinas Sosial Jawa Barat juga Biro BUMD Jawa Barat. Membahas skenario kepulangan serta penanganan kesehatan setelah mereka tiba di tanah air.

Dalam pertemuan itu, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Hadi Wahyuningrum menjelaskan, jika pihaknya telah menjemput warga Jabar tersebut di Bandara.

Baca Juga: Jasa Abah Iyong, Krisis Air Bersih di Batavia Teratasi Hingga Kini Air Ciburial Digunakan Presiden

Selanjutnya pihaknya akan mengassesmen terkait kondisi kesehatan untuk pengobatan lanjut.

“PMI tengah menjalani SOP karantina selama seminggu, setelahnya akan kami assesmen kembali apakah akan diperiksa di RS Polri atau di RS sesuai domisili PMI,”ujarnya.

Selain itu pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi yang dibangun JQR dengan dinas terkait. “ini merupakan bentuk sinergitas dan kolaborasi dalam hal perlindungan pekerja migran Indonesia,”tutupnya.***(Riantonurdiansyah)

 


Editor : inilahkoran