Ubah Paradigma Panti Sosial, Dinsos Jawa Barat Lakukan Transformasi Lewat Berbagai Inovasi Program

Berbagai inovasi program akan digulirkan DinsosJawa Barat untuk mengubah paradigma dan eksistensi panti asuhan di masyarakat

Ubah Paradigma Panti Sosial, Dinsos Jawa Barat Lakukan Transformasi Lewat Berbagai Inovasi Program
Kepala Dinsos Jawa Barat Dodo Suhendar

INILAHKORAN, Ngamprah - Paradigma panti yang identik dengan tempat sosial menjadi alasan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat untuk melakukan transformasi eksistensi panti sosial melalui berbagai inovasi program.

Pasalnya, dengan adanya transformasi eksistensi panti sosial tersebut diharapkan Dinsos Jawa Barat mampu menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinsis Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, pihaknya tengah gencar mengubah paradigma panti melalui inovasi dan transformasi.

Baca Juga: Begini Penjelasan Dinsos Kota Bandung Soal Masih Adanya Nol Saldo Penerima BNPT

"Sudah banyak penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan kalangan difabel yang dibina oleh Dinsos di Pusyansos agar produktif," katanya di Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (PPSBR) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ia menuturkan, tahun lalu pihaknya mengadakan bazar UKM disabilitas se-Jabar dan tahun ini melalui mitra-mitra binaan di Pusyansos diharapkan bisa berkembang lagi.

"Dengan begitu paradigma panti, lambat laun bisa berubah," tuturnya.

Baca Juga: Sebanyak 106 Anak Panti Sosial Jawa Barat Menerima Sertifikat Kompetensi Bartender

Ia menyebut, berbagai kegiatan seperti membuka usaha barber shop, membatik, melukis, menjadi desainer edukasi, dan alih profesi lainnya, merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan.

"Dengan demikian binaan-binaan yang dirintis melalui program unggulan di Dinsos ke depan bisa berubah menjadi koperasi UKM," sebutnya.

Ia menilai, secara ekonomis di UKM ini cukup menjanjikan, sebab untuk batik saja bisa menghasilkan sekitar Rp750 sampai Rp1 juta.

"Mereka saat ini sudah mulai memiliki kemampuan dari hasil usaha itu dengan mendapatkan penghasilan," ujarnya.

Baca Juga: Warga Kembali Dapatkan Beras Tak Layak Konsumsi, Dinsos KBB Sarankan Hal Ini

Ia berharap, program tersebut bisa menginspirasi yang lain untuk ikut terlibat, karena pihaknya pun telah mengembangkan program ini di kota/kabupaten loka bina karya.

"Di situ pusatnya aktivitas. Dari 45 kelompok yang ada itu, per satu kelompoknya rata-rata itu ada 7-10 orang, sehingga kedepan potensi ini akan dikolaborasi dengan dinas koperasi," tandasnya.*** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran