Jabar Kejar Juara Bertahan Anugerah Adinata Syariah 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target mempertahankan status juara umum pada Anugerah Adinata Syariah 2026.

Jabar Kejar Juara Bertahan Anugerah Adinata Syariah 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target mempertahankan status juara umum pada Anugerah Adinata Syariah 2026.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target mempertahankan status juara umum pada Anugerah Adinata Syariah 2026.

Setelah kembali masuk tiga besar nasional, Pemprov Jabar mulai menyiapkan penguatan ekosistem ekonomi syariah di sejumlah sektor, termasuk kawasan industri dan sport tourism.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan saat menghadiri proses validasi data Anugerah Adinata Syariah bersama dewan juri di Ruang Edukasi Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung baru-baru, mengaku optimistis mampu mengunci status juara tersebut tahun ini.

Validasi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses penilaian yang dilakukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tingkat provinsi.

Jawa Barat kembali menempatkan diri di posisi tiga besar provinsi terbaik, dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Capaian itu membuka peluang bagi Jabar untuk mempertahankan predikat juara umum yang diraih pada tahun sebelumnya.

“Tentu menjadi kebanggaan kita bahwa Provinsi Jawa Barat masuk tiga besar Anugerah Adinata Syariah tahun 2026. Tahun lalu Jawa Barat menjadi juara umum dengan meraih hasil terbaik di berbagai kategori,” ujar Erwan.

Pada Anugerah Adinata Syariah 2025, Jawa Barat mencatat dominasi dengan meraih penghargaan tertinggi pada sembilan dari 12 kategori yang diperlombakan. Tahun ini, jumlah kategori bertambah menjadi 14, sehingga evaluasi dinilai perlu dilakukan agar capaian tetap terjaga.

Erwan menyebut, keberhasilan Jawa Barat sejauh ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem ekonomi syariah yang terus berkembang.

“Capaian ini bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi hasil kerja bersama seluruh stakeholder, sinergi lintas sektor, dan komitmen menghadirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Pemprov Jabar, lanjut dia, akan terus memperluas penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, wisata ramah muslim, pendidikan pesantren, layanan perbankan syariah, hingga percepatan sertifikasi halal.

Selain itu, Erwan mulai mendorong pengembangan kawasan industri syariah di Jawa Barat. Menurutnya, dominasi tenaga kerja muslim di wilayah industri harus diimbangi dengan fasilitas yang sesuai prinsip syariah.

“Karena mayoritas pekerja di Jawa Barat muslim, maka ekosistem industri syariah juga perlu diperkuat, mulai dari sarana ibadah, makanan halal, hingga fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Konsep serupa juga dinilai relevan diterapkan pada sektor sport tourism. Salah satunya melalui penguatan fasilitas ibadah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), markas Persib Bandung, yang banyak dikunjungi Bobotoh muslim saat pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Barat, Diana Sari, menegaskan pihaknya terus melakukan pembenahan meski Jawa Barat menyandang status juara umum pada tahun sebelumnya.

“Kami tidak berdiam diri setelah mendapatkan juara umum. Kami terus berusaha memantaskan bahwa predikat itu memang layak diterima Jawa Barat,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi syariah nasional karena didukung jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 50,4 juta jiwa.

Potensi itu diperkuat dengan pertumbuhan industri halal, pengembangan wisata ramah muslim, sektor keuangan syariah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.

Saat ini, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia. Selain itu, Jabar meraih predikat wisata halal terbaik nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025, mengembangkan 21 zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), serta mencatat aset perbankan syariah sekitar Rp105 triliun pada 2025.

Jawa Barat juga memiliki 12.977 pesantren atau sekitar 30,6 persen dari total pesantren nasional yang dinilai menjadi modal besar penguatan ekonomi syariah berbasis masyarakat.

“Dari Jawa Barat kami ingin membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya unggul dalam nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana