Genjot Inklusi Ekonomi Syariah, MES Karangsembung Gulirkan Permodalan Berbasis Masjid
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Karangsembung terus mendorong literasi dan inklusi ekonomi syariah dengan program permodalan pelaku usaha berbasis masjid.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Masyarakat ekonomi syariah (MES) Karangsembung terus mendorong literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat. Caranya, menyiapkan program permodalan berbasis masjid untuk pelaku usaha kecil.
Ketua MES Karangsembung Sigit Nurhendi mengatakan, literasi ekonomi syariah menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan yang adil dan bebas riba.
“Literasi ini penting sebagai bagian dari upaya memasyarakatkan ekonomi syariah agar benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujarnya saat literasi dan edukasi ekonomi syariah di Masjid Nurushobah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Rabu (1/4/2026).
Sigit menuturkan, MES Karangsembung menyiapkan program bertajuk “Mawar Mas” yang akan dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat rentan dan pelaku UMKM melalui akses permodalan tanpa bunga.
“Program ini memberikan modal sekitar Rp3 juta kepada 50 orang penerima selama satu tahun. Nantinya dana tersebut bisa bergulir ke pelaku UMKM lain agar manfaatnya semakin luas,” jelasnya.
Menurutnya, kerja sama dengan OJK dan BSI dilakukan untuk memastikan sistem pengawasan berjalan optimal serta meminimalisir risiko dalam pelaksanaan program.
“Tujuan utama kami adalah bagaimana ekonomi syariah bisa benar-benar dirasakan masyarakat. Dukungan berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat realisasi dan mendorong kemajuan UMKM serta ekonomi masyarakat,” paparnya.
Dia menyebutkan, pelaku usaha yang disiplin dalam mengangsur berpeluang mendapatkan tambahan modal usaha.
Untuk mengikuti program tersebut, lanjut Sigit, masjid harus melalui proses verifikasi bersama Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dengan sumber permodalan berasal dari Baznas pusat.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan kolaborasi antara OJK, BSI, dan MES bertujuan membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis masjid.
“Kami ingin membangun ekosistem masjid sebagai pilar kebangkitan umat. Selain itu, juga untuk mencegah masyarakat terjebak penipuan maupun pinjaman online ilegal atau rentenir,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

