Dari Al Jabbar, Nasaruddin Umar Dorong Jabar Jadi Hub Ekonomi Syariah Dunia

Jelang Tahun Baru Islam, di Masjid Raya Al Jabbar, Selasa (9/6/2026), menjadi momentum penting bagi Jabar. 

Dari Al Jabbar, Nasaruddin Umar Dorong Jabar Jadi Hub Ekonomi Syariah Dunia
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Menag Nasaruddin Umar meluncurkan penyelenggaraan IES Expo 2026 di Masjid Raya Al Jabbar, Selasa (9/6/2026). (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Jelang Tahun Baru Islam, di Masjid Raya Al Jabbar, Selasa (9/6/2026), menjadi momentum penting bagi Jabar

Kementerian Agama menetapkan Jabar sebagai tuan rumah Indonesia Economic Islamic Forum Expo (IES Expo) 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Jabar layak menjadi contoh nasional dalam membangun kerukunan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi syariah

Menurutnya, suasana kebersamaan yang terlihat dalam peringatan Muharram di Al Jabbar mencerminkan hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

"Segenap masyarakat Jabar luar biasa, ya. Begitu motivasi cinta sesuai dengan tema kita hari ini ya," kata Nasaruddin saat ditemui di Masjid Raya Al Jabbar, Selasa (9/6/2026).

Dia berharap, Jabar mampu menjadi etalase kerukunan umat yang dapat dicontoh daerah lain di Indonesia.

"Kita berharap Jabar ini menjadi cermin sebagai pusat kerukunan umat dan warga ya," harapnya.

Nasaruddin juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dinilainya berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

"Dan kita juga salut gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Bapak Gubernur betul-betul menciptakan sebuah kebersamaan yang luar biasa," ucapnya.

Menurutnya, suasana yang dia saksikan di Al Jabbar menunjukkan adanya hubungan emosional yang kuat antara pemimpin dan masyarakat.

"Seperti yang kami saksikan barusan ini luar biasa. Bagaimana masyarakat mencintai gubernurnya dan sebaliknya Bagaimana gubernur mencintai dan memprioritaskan untuk kesejahteraan rakyatnya," katanya.

Dia menilai, kondisi tersebut menjadi gambaran ideal kepemimpinan yang mampu menghadirkan rasa memiliki di tengah masyarakat.

"Inilah contoh yang sangat bagus untuk ke depan. Inilah Indonesia dan inilah Islam. Saya kira itu," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Nasaruddin secara resmi meluncurkan penyelenggaraan IES Expo 2026 di Jabar. Forum tersebut menjadi agenda strategis nasional, dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

"Salah satu sekarang yang kita lakukan di Jawa Barat ini adalah me-launching apa yang kita sebut dengan Indonesia Ekonomik Islam forum di Jawa Barat ini. Dan dengan demikian hari ini kita ucapkan bismillahirrahmanirrahim. Maka iya sudah kita resmikan di Jawa Barat ini. Semoga berkah, oke," ujarnya.

Penunjukan Jabar sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Provinsi ini dinilai memiliki modal besar dalam pengembangan ekonomi syariah, mulai dari keberadaan ribuan pondok pesantren, pelaku industri halal, lembaga pendidikan, hingga dukungan pemerintah daerah terhadap pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui IES Expo 2026, diharapkan lahir berbagai inovasi, kolaborasi strategis, dan peluang investasi baru yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan keagamaan di Jabar ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan masjid-masjid besar dan megah, tetapi juga memperkuat masjid serta tajug di tingkat lingkungan dan pedesaan.

"Kalau masjid-masjid yang megah itu sudah banyak di Jawa Barat," kata Dedi.

Menurutnya, pemerintah akan mengintegrasikan pengembangan masjid lingkungan dengan program bantuan desa agar manfaatnya lebih langsung dirasakan masyarakat.

"Yang diperlukan hari ini kita secara bertahap nanti terintegrasi dengan bantuan dana desa. Itu mengembangkan masjid-masjid, tajuk-tajuk yang ada di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Dedi menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga dukungan operasional agar aktivitas keagamaan di tingkat akar rumput dapat berjalan berkelanjutan.

"Yang tidak perlu lagi kita bangun DKM lagi. Menyiapkan biaya operasional ketika nanti bangun masjidnya dibangun kan nanti akan dikelola oleh mereka," katanya.

Saat ditanya mengenai mekanisme pengajuan bantuan tersebut, Dedi memastikan prosesnya akan dilakukan melalui skema dana desa.

"Ya, nanti melalui itu dana desa. Ya," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani