Indef Nilai Pengembangan Ekonomi Syariah Perlu Ekosistem Terintegrasi

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pengembangan ekonomi syariah perlu diiringi pembangunan ekosistem yang terintegrasi.

Indef Nilai Pengembangan Ekonomi Syariah Perlu Ekosistem Terintegrasi
Wakil Ketua Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Handi Risza mengatakan, hal itu dikembangkan agar besarnya potensi dapat membawa menjadi pemimpin ekonomi halal dunia. (antara)

INILAHKORAN.ID - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pengembangan ekonomi syariah perlu diiringi pembangunan ekosistem yang terintegrasi.

Wakil Ketua Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Handi Risza mengatakan, hal itu dikembangkan agar besarnya potensi dapat membawa menjadi pemimpin ekonomi halal dunia.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun potensi tersebut harus didukung oleh ekosistem yang saling terintegrasi," kata Handi dikutip Antara, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, pangsa pasar industri keuangan syariah Indonesia hingga kini masih berada di kisaran 7 persen, sehingga belum mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki.

Di sisi lain, kata dia, pengembangan industri halal nasional juga masih tertinggal dibandingkan beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab, yang berhasil membangun ekosistem halal secara lebih komprehensif.

Handi menilai percepatan ekonomi halal nasional harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni capital, governance, dan inclusivity (CGI).

Dari aspek capital, kata dia, Indonesia masih menghadapi keterbatasan inovasi dan variasi produk keuangan syariah dibandingkan negara seperti Malaysia.

Pada sisi governance, penguatan regulasi, kelembagaan, dan koordinasi antarinstansi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Sementara itu, inclusivity menuntut agar manfaat ekonomi syariah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat melalui pemberdayaan sektor riil, termasuk optimalisasi instrumen ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf).

"Ketiga pilar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh komitmen dan political will yang kuat dari pemerintah sehingga industri halal dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya saat acara diskusi publik yang diselenggarakan Universitas Paramadina bekerja sama dengan CSED Indef bertajuk "Masa Depan Ekonomi Halal RI".

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menegaskan komitmen Universitas Paramadina dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi strategis.

"Universitas Paramadina telah memiliki Program Magister Manajemen Keuangan Syariah dan Program Doktor Manajemen Keuangan Syariah. Kedua program tersebut akan terus kami kembangkan sebagai bagian dari kontribusi akademik dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional," ujarnya. 


Editor : Doni Ramdhani