Jadi Langganan Banjir, Kades Cililin Minta Pemda KBB Keruk Drainase di Kawasan Ini
Kawasan Jalan Radio Cililin, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kerap jadi langganan banjir saat musim penghujan tiba.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kawasan Jalan Radio Cililin, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kerap jadi langganan banjir saat musim penghujan tiba.
Dari informasi yang dihimpun, penyebab utama bencana Cililin jadi langganan banjir di KBB tersebut lantaran meluapnya air dari sungai Dawuan, Curug Sawer, dan Sungai Jati.
Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Cililin. Tepatnya, pada 13 Oktober 2022 akibat intensitas curah hujan yang tinggi di KBB sehari-semalam mengakibatkan banjir di kawasan yang jadi langganan banjir tersebut.
Kepala Desa Cililin Tedi Kusniadi mengatakan, banjir bandang tersebut diakibatkan meluapnya sungai kecil yang tidak bisa lagi menampung air hujan.
Menurutnya, meluapnya air sungai tersebut lantaran adanya penyumbatan saluran oleh berbagai material yang tergerus aliran air hujan.
"Ditambah pendangkalan saluran drainase yang sudah lama tidak pernah dikeruk. Kalau nggak salah, drainase itu terakhir dikeruk tahun 1982," katanya saat dihubungi.
Ia mengaku, pihaknya mengkhawatirkan bencana serupa bakal terus terulang jika tidak dilakukan tindakan pengerukan drainase.
Oleh karenanya, sambung dia, pihaknya berharap Pemda KBB bisa segera melakukan pengerukan drainase mulai dari Jalan Radio, hingga Polsek Cililin, Jalan Pasar Cililin.
"Kemarin, waktu kejadian banjir bandang yang menutup badan jalan, tindakannya oleh Damkar dengan menyedot air. Kita khawatir ke depannya terulang lagi, apabila tidak dikeruk," jelasnya.
Ia menyebut, pada waktu peristiwa banjir bandang kemarin, selain arus lalu lintas terganggu, rumah warga juga kemasukan air.
"Sedikitnya, tiga rumah warga ikut terendam walaupun tidak terlalu tinggi," sebutnya.
Selain di Jalan Radio, terang dia, jika hujan besar datang, daerah yang dilintasi drainase tersebut juga sering kebanjiran seperti Polsek Cililin.
Sementara itu, warga sekitar Iis mengaku meski banjir kali ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, namun warga tetap saja was-was jika musim penghujan tiba.
"Dulu sempat beberapa tahun, lepas banjir pasca ada penembokan tebing yang berada di sekitar aliran sungai," ujarnya.
Kendati demikian, beberapa tahun belakang kawasan Jalan Radio kerap jadi langganan banjir. Sehingga, mengganggu aktivitas warga, termasuk pengguna jalan.
"Air dari Curug Sawer itu pasti meluap, sedangkan sungainya kecil. Ya tentunya air merendam rumah warga juga," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


