Ini Kronologis Pelajar SMP IT Al-Hikmah Hanyut di Curug Kembar Versi Keluarga Korban

Keluarga A (15) siswi Kelas IX SMP IT Al-Hikmah Depok yang hanyut di Curug Kembar mengaku kaget atas musibah tersebut.

Ini Kronologis Pelajar SMP IT Al-Hikmah Hanyut di Curug Kembar Versi Keluarga Korban
Andika merasa kecewa karena tiga dari empat pelajar SMP IT Al-Hikmah korban hanyut di Curug Kembar itu sudah ditemukan. Walaupun, tiga jasad korban yang ditemukan itu dalam kondisi meninggal dunia. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Puncak - Keluarga A (15) siswi Kelas IX SMP IT Al-Hikmah Depok yang hanyut di Curug Kembar mengaku kaget atas musibah tersebut.

Mereka merasa kecewa karena tiga dari empat pelajar SMP IT Al-Hikmah korban hanyut di Curug Kembar itu sudah ditemukan. Walaupun, tiga jasad korban yang ditemukan itu dalam kondisi meninggal dunia.

Andika, paman korban A, mengaku kecewa terhadap pihak SMP IT Al-Hikmah karena sebelum ada kejadian korban hanyut itu dalam pengumuman tertulis tidak ada rencana kegiatan pendidikan latihan dasar kepempimpinan yang diikuti 105 pelajar di Curug Kembar. Namun, kegiatan hanya digelar di lingkungan D'Jungle Camp Villa Ciburial, Desa Batulayang, Cisarua.

"Ketika kami telusuri, ternyata ada perubahan agenda kegiatan yang diinformasikan di grup WA orang tua murid. Kami menyayangkan adanya perubahan agenda kegiatan yang tiba-tiba," kata Andika kepada Inilah Koran, Minggu 16 Oktober 2022.

Akibat agenda tiba-tiba tersebut, kata dia, kegiatan pendidikan latihan dasar kepempimpinan berupa penyusuran Sungai Cigamenung yang dimulai pukul 11.00 WIB itu hanya didampingi satu pendamping.

"Bayangkan, satu guide untuk sebagai penunjuk jalan dan menjaga 105 pelajar berikut guru dan Kepsek yang jumlahnya 10 orang. Pak Ilyas, sampai saat ini shock karena hanya berhasil menyelamatkan 4 orang pelajar dan total 8 orang pelajar yang hanyut terbawa arus deras Sungai Cigamenung pada Rabu sore kemarin," tutur Andika.

Ia menambahkan dari segi 'medan' menuju Curug Kembar yang harus 15 kali menyeberangi Sungai Cigamenung, tidak layak untuk wisatawan dan lebih cocok ditempuh para pecinta alam.

"Akses ke Curug Kembar lebih cocok untuk para pecinta alam yang usianya relatif dewasa, bukan untuk wisatawan yang usianya atau kalangan pelajar SMP. Apalagi, kegiatan penyusuran sungai itu hanya diguide oleh satu orang," tambahnya.

Andika menerangkan dalam giat pelaksanaan penyusuran Sungai Cigamenung menuju Curug Kembar juga tanpa disertai pelampung dan helm.

"Harusnya pengunjung  atau wisatawan ketika ingin Curug Kembar harus disertai pelampung, helm atau alat pengamanan lainnya," terang Andika.

Arpan yang juga merupakan paman korban A juga menerangkan bahwa sebelum hanyut, Ilyas selaku guide sempat memberitahukan guru-guru dan pelajat agar segera balik, pasca di lokasi mulai turun hujan gerimis.

"Dia sempat memperingai agar rombongan segera 'turun' atau balik, namun guru-guru malah foto-foto di Curug Kembar. Tak lama, datang air bah hingga menghanyutkan empat orang pelajar SMP-IT Al-Hikmah,"  terang Arpan.

Ia melanjutkan hingga saat ini pihak keluarga siswi A belum melaporkan kasus kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia ke pihak kepolisian.

"Kami masih fokus evakuasi jasad keponakan, tetapi walaupun tanpa kami laporkan, pihak kepolisian (Polres Bogor) pun bisa menangani langsung kasus ini. Kami yakin ada proses ke sana, dari pihak keluarga korban hanyut," terang Arpan.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, dalam pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan yang diikuti ratusan pelajar SMP-IT Al-Hikmah tanpa pemberitahuan ke kepolisian atau dalam hal ini Polsek Cisarua.

Dalam kegiatan tersebut, empat orang pelajar hanyut terbawa derasnya arus Sungai Cigamenung. Dari empat orang pelajar, hanya A yang hingga Minggu sore pukul 16.00 WIB belum ditemukan jasadnya. Sementara, jasad  TT (13 tahun), AH (14 tahun) dan RA (13 tahun) sudah ditemukan sebelumnya, dalam kondisi sudah meninggal dunia. 

Sementara itu, Kepala SMP IT Al-Hikmah Kota Depok Nadia Febriana enggan diwawancarai Inilah Koran saat ditemui di D' Jungle Camp Villa Ciburial, Desa Batulayang, Cisarua.

"Maaf ya kang, saya masih ada urusan dulu," singkat Nadia Febriana.*** (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani