Jangan Panik Soal Virus Corona, Jangan Juga Memborong Masker
Masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk tidak memborong masker. Hal itu berkaitan dengan sulitnya mencari masker, baik di apotik maupun di pusat perbelanjaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon - Masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk tidak memborong masker. Hal itu berkaitan dengan sulitnya mencari masker, baik di apotik maupun di pusat perbelanjaan.
Demikian dikatakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, Selasa (3/3/2020).
Nanang menjelaskan, tidak disarankan warga Kabupaten Cirebon yang sehat, memborong masker dengan alasan kepanikan menghadapi virus Corona. Fungsi masker yang dijual dipasaran kata Nanang, tidak bisa mencegah virus yang masuk. Masker hanya untuk menghindari percikan air liur dari penderita batuk atau bersin. Sementara masker untuk virus corona tidak dijual bebas dipasaran.
"Kalau masker untuk mencegah penularan virus corona namanya V-95. Bukan seperti yang dijualan dipasaran. Pemakaiannyapun bukan sembarang orang, tapi khusus buat yang sudah terkena virus corona, dan petugas medis," kata Nanang.
Nanang juga mengaku bingung, dengan sulitnya masyarakat di Kabupaten Cirebon membeli masker. Namun dirinya menyarankan, supaya tidak panik mengahadapi penyebaran virus corona. Selagi tidak bersinggungan langsung dengan orang yang belum pernah datang ke Wuhan, atau negara yang sudah teridentifikasi kena wabah corona, mereka masih dikatakan aman.
"Yang penting, menjaga kebersihan diri sendiri. Kalau bersin, tutup mengggunakan lengan. Lalu bisa menutup menggunakan tisu dan langsung buang. Kalau memakai sapu tangan, ya sama saja bohong. Pokoknya setelah mengusap muka atau mengucek mata, segera cuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik," jelas Nanang.
Nanang berharap, semua rumah sakit di Kabupaten Cirebon dalam menghadapi virus corona, tetap menggunakan SOP dari Kemenkes. Inti acuannya kepada revisi ke-2 dari Kemenkes tentang Copid-19. Disana disebutkan, kriteria apa saja yang harus dipersiapkan saat menangani pasien yang terkena virus corona.
"Kalau untuk Kabupaten Cirebon sendiri, sejak awal kita sudah siap menghadapi penyebaran virus corona. Bahkan jauh jauh hari kami sudah memberikan edaran kepada rumah sakit maupun puskesmas," tukasnya.
Seperti diketahui, sejak muncul isu virus corona, masyarakat Kabupaten Cirebon sedikit gelisah. Beberapa apotik dan gerai pembelanjaan yang menjual masker, sebagian mengatakan stok kosong. Hal itu kembali terjadi, saat kemarin pemerintah mengumumkan ada dua orang warga Depon yang terkena corona.
Hasil investigasi INILAH menyebutkan, hampir semua apotik yang ada di Kota maupun Kabupaten Cirebon, tidak ada stok masker. Begitupun dengan beberapa gerai perbelanjaan, sama sekali tidak menemukan stok masker. (maman suharman)
Editor : JakaPermana

