Jangan Tertipu Kemasan Menarik! Ini Rahasia Memilih Makanan Olahan yang Bener-bener Sehat
Di era modern ini, makanan olahan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Kemudahan dan praktisnya membuat kita sering memilih makanan instan. Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan juga risiko jika kita tidak cermat dalam memilih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Di era modern ini, Makanan Olahan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.
Kemudahan dan praktisnya membuat kita sering memilih makanan instan. Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan juga risiko jika kita tidak cermat dalam memilih.
Jadi, bagaimana cara memilih makanan olahan yang aman dan Sehat?
- Baca Label dengan Teliti
Label makanan adalah jendela menuju kandungan nutrisi di dalamnya. Saat memilih, perhatikan:
- Daftar Bahan: Semakin sedikit bahan tambahan (seperti pengawet, pewarna buatan, dan MSG), semakin baik.
- Kandungan Gizi: Perhatikan jumlah kalori, lemak, gula, dan sodium. Pilih produk dengan kandungan rendah gula, lemak jenuh, dan sodium.
- Tanggal Kedaluwarsa: Pastikan produk masih dalam masa berlaku.
- Cek Tanda Registrasi BPOM
Setiap produk makanan yang beredar di Indonesia wajib memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pastikan produk yang Anda pilih memiliki logo BPOM.
- Perhatikan Kemasan
Kemasan yang baik akan melindungi produk dari kontaminasi. Pastikan kemasan tidak rusak, bocor, atau menggelembung.
- Perhatikan Suhu Penyimpanan
Setiap makanan memiliki suhu penyimpanan yang berbeda. Simpan makanan olahan sesuai dengan petunjuk pada kemasan untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
- Pilih Produk Segar
Jika memungkinkan, pilih produk makanan olahan yang baru diproduksi. Produk segar cenderung memiliki nilai gizi yang lebih baik.
- Jangan Tergiur Harga Murah
Harga yang terlalu murah mungkin mengindikasikan kualitas produk yang kurang baik. Pilih produk dengan harga yang wajar dan sesuai dengan kualitasnya.
- Variasikan Pilihan
Jangan hanya mengonsumsi satu jenis makanan olahan saja. Variasikan pilihan Anda untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

