Kabar Baik! Harga Beras Tidak akan Naik Meski Isu Biaya Kemasan Meningkat

Menteri Pertanian pastikan harga beras tirak akan mengalami kenaikan meski harga kemasan naik.

Kabar Baik! Harga Beras Tidak akan Naik Meski Isu Biaya Kemasan Meningkat
Ilustrasi beras.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini inflasi tengah terjadi di Indonesia yang membuat resah masyarakat, mulai dari BBM, LPG, minyak bahkan popok dan barang lainnya.

Meski demikian sampai hari ini, Kamis, 23 April 2026, harga beras dipastikan tidak naik meski harga kemasan meningkat.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan, tidak ada kenaikan harga beras di tengah adanya isu kenaikan biaya logistik dan kemasan berbahan plastik.

Pemerintah saat ini tetap menjaga stabilitas harga beras melalui kebijakan harga yang telah ditetapkan, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai instrumen penyeimbang pasar.

"Ada HET (harga eceran tertinggi). Jadi ada harga eceran tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET," ujar Amran.

Harga beras SPHP tidak mengalami kenaikan dan tetap dipertahankan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga di tingkat konsumen akibat berbagai faktor eksternal.

Pemerintah juga menetapkan kebijakan harga tidak menggunakan asumsi, melainkan berdasarkan data dan rasio inflasi yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.

Amran menyebut, dalam dua tahun terakhir beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang kerap menempati posisi teratas penyebab inflasi.***


Editor : Irma Nurfajri