Kertajati Jadi Gerbang Haji 2026, Dedi Mulyadi Ingatkan Soal Standar Pelayanan

Kelancaran keberangkatan kloter pertama jemaah haji dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Rabu (22/4/2026).

Kertajati Jadi Gerbang Haji 2026, Dedi Mulyadi Ingatkan Soal Standar Pelayanan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi./INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID - Kelancaran keberangkatan kloter pertama jemaah haji dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Rabu (22/4/2026), menjadi penanda kesiapan awal penyelenggaraan haji di Jawa Barat.

Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan, standar layanan tidak cukup hanya “lancar”, melainkan harus terus ditingkatkan secara menyeluruh.

Menurut Dedi, keberangkatan perdana ini merupakan momentum penting untuk menguji kualitas layanan haji tahun ini. Ia berharap, kehadiran Kementerian Haji mampu memperkuat sistem pelayanan sehingga lebih efektif, terintegrasi, dan berpihak pada kenyamanan jemaah.

"Terkait layanan, ya mudah-mudahan semakin meningkat layanannya sesuai dengan harapan dibentuknya menteri urusan haji, kan di dalamnya untuk meningkatkan layanan haji dan saya yakin pasti meningkat layanannya," ujar Dedi di Gedung Pakuan baru-baru ini.

Ia menegaskan, kualitas pelayanan tidak boleh berhenti pada aspek teknis seperti keberangkatan dan kepulangan. Lebih dari itu, pengalaman jemaah sejak dari daerah asal hingga menjalankan ibadah di Tanah Suci harus menjadi perhatian utama penyelenggara.

Sisi lain, Dedi juga menyoroti esensi ibadah haji yang seharusnya berdampak pada perubahan perilaku jemaah setelah kembali ke Indonesia. Ia berharap, haji menjadi titik balik pembentukan karakter yang lebih baik.

"Harapannya bisa memanfaatkan momentum ibadah haji itu menjadi ibadah kontemplatif, membangun karakter sebagai seorang haji yang ketika pulang menebarkan nilai-nilai kebaikan, kesalehan," ucapnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT BIJB, Ronald H Sinaga memastikan, seluruh proses keberangkatan kloter pertama berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

"Kami memastikan seluruh fasilitas dan alur pelayanan berjalan optimal," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima INILAHKORAN, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 445 calon jemaah haji asal Indramayu tiba di bandara sekitar pukul 07.00 WIB kemarin dan langsung menuju ruang tunggu keberangkatan tanpa antre panjang. 

Tahun ini, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221 ribu jemaah. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat mendapatkan alokasi 29.643 jemaah yang terbagi dalam 68 kelompok terbang (kloter).

Rinciannya, sebanyak 28 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Bekasi, sementara 40 kloter lainnya melalui Embarkasi Kertajati.

Dengan jumlah jemaah yang besar, kesiapan layanan dan manajemen keberangkatan menjadi faktor krusial agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar, sekaligus memenuhi harapan peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah.

Skema layanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan yang telah dilakukan di asrama haji, dinilai mampu mempercepat alur keberangkatan.

Kelancaran ini menjadi fondasi awal yang positif. Namun, konsistensi pelayanan hingga seluruh kloter diberangkatkan menjadi tantangan berikutnya yang harus dijaga agar kepercayaan jemaah tetap terpelihara.***


Editor : JakaPermana