Jaro Ade: Muslimat NU Bisa Jaga Suami dan Anak dari Judol
Cawabup Bogor nomor urut 1 Jaro Ade mengatakan peran istri atau ibu dalam rumah tangga tidak kalah penting, terlebih di zaman digitalisasi ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Cawabup Bogor nomor urut 1 Jaro Ade mengatakan peran istri atau ibu dalam rumah tangga tidak kalah penting, terlebih di zaman digitalisasi ini.
Tugas seorang ibu bukan hanya mengurus rumahtangga, namun ikut mengawasi suami dan anak-anaknya dalam menggunakan smartphone hingga tidak terdampak dari keberadaan judi online.
"Awasi suami dan anak-anak dalam mempergunakan handphone, jangan sampai kecanduan judi online (Judol)," kata Jaro Ade di depan ratusan anggota Muslimat NU akhir pekan kemarin.
Judol, tutur Jaro Ade, sudah menjadi 'penyakit' yang cukup kronis di masyarakat. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu.
Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, peran orang tua atau ibu rumah tangga sangat diperlukan untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.
"Banyak laporan yang saya terima, meningkatnya angka kemiskinan, meningkatnya angka kejahatan akibat kecanduan Judol, terlebih banyak masyarakat terlilit hutang pinjaman online (Pinjol) yang ternyata uang itu dipergunakan untuk bermain Judol," tuturnya.
Jaro Ade berkeyakinan, para Muslimat NU yang memiliki bekal agama yang cukup, mampu menjadi penawar atau anti virus bagi keluarga yang terkena racun Judol.
Sehingga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga bisa dijaga dan diselamatkan.
"Bentengi keluarga dengan ilmu agama, arahkan anak-anak dalam menggunakan smartphone lebih kepada hal-hal yang positif. Kalau bukan kita sebagai orangtua, siapa yang melindungi keluarga dari pengaruh buruk di zaman yang serba canggih ini," tukas Jaro Ade.
Sementara itu, Anggota DPR - RI Asep Wahyuwijaya yang hadir dalam acara tersebut menambahkan, warga Nahdliyin harus ambil peran dalam menghadapi tantangan global yang serba digital.
"Untuk menghadapi era digital, para kyai, ulama, ustad dan ustadzah harus bertransformasi dalam berdakwah," tutur pria yang akrab disapa Kang AW.
Asep Wahyuwijaya menjelaskan bahwa tantangan zaman era digital ini, tentunya bukan saja hanya menimbulkan kemaslahatan, namun juga bisa menimbulkan kebatilan.
Ia pun mengajak, sebagai ahlussunnah waljamah, tentunya harus bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk memperbanyak amal dan pahala.
"Untuk belajar kitab kuning saja kita bisa membacanya melalui smartphone yang ada di tangan kita, kapan saja dimana saja," tukas Kang AW sapaan akrabnya.
Editor : Doni Ramdhani

