Jatuh dari Flyover Pasupati Saat Persib Juara, Nurgaha Hembuskan Nafas Terakhirnya
Nugraha, seorang bobotoh Persib asal Cililin, Kabupaten Bandung, meninggal dunia pada Jumat, 6 Juni 2025, di RSHS Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Nugraha, seorang bobotoh Persib asal Cililin, Kabupaten Bandung, meninggal dunia pada Jumat, 6 Juni 2025, di RSHS Bandung.
Sebelumnya, ia mengalami koma selama 14 hari setelah terjatuh dari flyover Pasupati pada Sabtu, 25 Mei 2025, malam, saat mengikuti konvoi Persib Bandung.
"Nugraha meninggal di RSHS Bandung Jumat, 6 Juni 2025, jam 11 malam," kata istrinya, Intan Nuraeni. Ia mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh akibat benturan saat jatuh dari ketinggian.
Korban dirawat di ruang ICU dan HCU RSHS Bandung, namun luka fatal di kepalanya membuatnya meninggal dunia. "Cedera paling parah di kepala," ungkap Intan.
Biaya pengobatan Nugraha mencapai Rp17 juta, yang diusahakan dengan meminta pertolongan dari sanak-saudara. Namun, BPJS yang diajukan ditolak oleh pemerintah. "Bukan RSHS yang menolak tapi pemerintah," katanya.
Alhamdulillah, biaya pengobatan itu akhirnya bisa dilunasi setelah Intan meminta bantuan ke sebuah yayasan dan dibantu pihak RSHS. "Alhamdulillah kita di bantu pihak RSHS minta bantuan ke yayasan kita bisa, Alhamdulillah terlunasi," lanjutnya.
Jenazah Nugraha telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di kawasan Kampung Cipari, Desa Mukapayung, Cililin, pada Sabtu, 7 Juni 2025.
Sebelumnya, Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo Setyawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban terjatuh sekitar pukul 22.00 WIB saat mengikuti konvoi perayaan kemenangan Persib Bandung.
“Korban ditemukan dalam keadaan kritis dan mengeluarkan darah dari mulut. Kejadian tersebut dilaporkan pada pagi hari dan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.
Editor : Ahmad Sayuti


