Jelang Akhir Masa Jabatan, DKKC Tak Lagi Dilibatkan Disbudpar dalam Kegiatan Budaya
Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, DKKC mengaku ada ketidakharmonisan hubungan dengan Disbudpar Kabupaten Cirebon
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada Desember 2026, Dewan Kesenian Kabupaten Cirebon (DKKC) mengaku ada ketidakharmonisan hubungan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.
Ketua DKKC Sulama Hadi mengatakan, pihaknya mengaku tidak lagi dilibatkan dalam berbagai kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Disbudpar dalam beberapa bulan terakhir. Terutama setelah rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon.
"Beberapa bulan terakhir DKKC tidak pernah lagi dilibatkan dalam kegiatan budaya yang membawa nama Kabupaten Cirebon." ungkapnya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Sulama, selama ini DKKC memiliki peran dalam mendukung kegiatan kebudayaan pemerintahan daerah. Namun, kondisi tersebut berubah karena pihaknya tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan yang membawa nama Kabupaten Cirebon.
"Selama beberapa bulan terakhir, setiap ada kegiatan budaya yang membawa nama Kabupaten Cirebon, DKKC tidak pernah lagi dilibatkan," kata Sulama
Selain menyoroti hubungan dengan Disbudpar, Sulama juga menyampaikan masa kepengurusan DKKC akan berakhir pada Desember 2026. Dia mengaku kemungkinan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua dan berharap kepengurusan berikutnya dapat diisi sosok yang memahami adat serta tradisi Cirebon.
"Kemungkinan saya tidak akan mencalonkan lagi. Masih banyak orang yang lebih baik untuk memimpin DKKC," akunya.
Sementara itu, pembina DKKC Jajuli menilai persoalan tersebut tidak usah dibesar-besarkan. Alasannya, karena hanya persoalan miskomunikasi. Namun, sayangnya Jajuli tidak menyebutkan, persoalan apa sebetulnya yang sedang terjadi antara DKKC dan Disbudpar.
"Ini persoalan yang biasa dalam organisasi. Tinggal duduk bareng, diselesaikan dengan kepala dingin. Semuanya bisa selesai supaya kondusif," jelas Jajuli.
Sementara itu, Kadisbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi antara DKCC dan pihak Disbudpar. Padahal, justru pembina DKKC sendiri sering melakukan koordinasi terkait masalah kesenian.
"Banyak anggota DKKC termasuk pembinanya datang kesini. Kita bicara masalah kesenian. Jadi saya tidak tau juga persoalan apa sebetulnya yang terjadi," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

