Jelang Iduladha 1447 H, 30 DKM se-KBB Ikuti Bimtek Penyembelihan Hewan Sesuai Syariat
Sebanyak 30 perwakilan DKM dari berbagai wilayah di KBB mendapatkan bimbingan teknis penyembelihan hewan kurban jelang Iduladha 1447 H.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 30 perwakilan DKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapatkan bimbingan teknis penyembelihan hewan kurban jelang Iduladha 1447 H.
Dalam kegiatan yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB itu, para peserta dilatih untuk memastikan proses ibadah kurban berjalan sempurna, sah secara agama, dan memenuhi standar kesehatan Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH).
Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti mengatakan, bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk membekali panitia dan penyembelih dengan pengetahuan yang benar.
Dia menegaskan, penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus memenuhi kaidah syariat Islam serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) agar hewan tidak tersiksa.
“Kami mengajak panitia kurban, petugas penyembelih, dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam,” kata Wiwin, Sabtu (25/4/2026).
Dalam syariat Islam, terang Wiwin, penyembelihan harus menggunakan alat yang tajam, dilakukan dengan cepat, serta memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah utama di leher.
"Hal ini penting agar hewan tidak tersiksa dan prosesnya sah secara agama,” jelasnya.
Wiwin menyebut, materi juga mencakup cara menentukan kriteria hewan yang layak dikurbankan. Misalnya, kambing atau domba harus berusia minimal satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap atau poel.
"Selain usia, kondisi fisik hewan juga turut menjadi poin utama yang sangat penting," sebutnya.
Dikatakan Wiwin, pemeriksaan kesehatan (antemortem) wajib dilakukan sebelum penyembelihan. Ia menuturkan, ciri hewan sehat di antaranya aktif, nafsu makan baik, mata cerah, tidak memiliki luka atau penyakit menular, serta tidak demam atau diare.
"Ini penting agar daging yang dihasilkan aman dikonsumsi,” ucapnya.
Lebih lanjut Wiwin mengungkapkan, materi yang diberikan juga mencakup manajemen yang lengkap, mulai dari penanganan hewan sebelum disembelih, teknik penyembelihan yang higienis, hingga tata cara pengolahan.
"Termasuk pendistribusian daging yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dengan baik," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

