Jelang Iduladha, Pasar Ternak Padalarang Mulai Ramai Pembeli
Jelang Iduladha 2026 Pasar Ternak Jalan Raya Padalrang mulai dikunjungi banyak pembeli
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – pasar ternak di Jalan Raya Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai ramai. Terlebih jelang idul kurban atau iduladha.
Di sana, berderet domba dengan beragam ukuran dan kondisi dipajang rapi oleh para peternak yang memanfaatkan lokasi ini sebagai pusat jual beli menjelang perayaan Hari Raya iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang.
Mulai dari domba berbadan besar bertanduk melengkung hingga yang bertubuh kurus dengan bulu penuh kotoran, semuanya tersedia, di mana ukuran dan kualitas menjadi penentu harga jual yang dipasang.
Geliat perdagangan hewan kurban mulai terasa hangat, para pembeli datang dengan beragam tujuan, ada yang mencari hewan untuk dikurbankan sendiri, tak sedikit pula yang membeli untuk diperdagangkan kembali. Pasar ini menjadi titik temu utama pasokan ternak dari berbagai peternak di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.
Salah satu pedagang yang sudah puluhan tahun bergelut di bidang ini, Endun Sumarna atau akrab disapa Abah Endun, warga Kampung Cihampelas, Padalarang yang kembali sibuk melayani pembeli.
“Saya bawa beberapa ekor dengan ukuran berbeda-beda ke sini. Memang sudah mulai ramai, apalagi sudah mendekati hari raya. Di sini lengkap pilihannya, semua ukuran tersedia,” ungkap Abah Endun, Rabu (6/5/2026).
Abah Endun menyebut, harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta untuk ukuran terkecil, hingga mencapai Rp7 juta lebih untuk kualitas terbaik atau grade A.
"Tahun ini, target penjualan mudah-mudahan bisa tembus 300-400 ekor. Kalau tahun kemarin cuma 250 ekor," kata pedagang yang sudah malang melintang sejak 1982 ini.
Namun di balik optimisme itu, terselip kekhawatiran akan tren yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Pasalnya, selama 44 tahun menggeluti usaha ini, Abah Endun mengakui masa kejayaan bisnis jual beli domba sebenarnya sudah berlalu.
Ia mencatat puncak penjualan terjadi pada rentang tahun 1998 hingga 2015, di mana permintaan sangat tinggi dan pasar sangat bergairah. Sayangnya, setelah periode itu, tren penjualan cenderung terus menurun hingga saat ini.
“Semoga tahun ini ada peningkatan, karena selama ini angkanya terus turun sejak 2015 ke atas,” harapnya.
Hal serupa juga dirasakan Alo, pedagang lainnya yang ikut memadati pasar tersebut. Ia membawa sekitar 5 ekor domba untuk dipasarkan, dengan rentang harga mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.
"Jika stok di lapak habis, pembeli bisa langsung melihat kandang cadangannya yang letaknya tidak jauh, tepat di belakang lokasi pasar," kata Alo.
Alo berharap agar kondisi perdagangan bisa kembali semarak seperti pada awal tahun 2000-an. Menurutnya, satu hal yang pasti diantisipasi pembeli, yakni kenaikan harga yang diprediksi terjadi seiring mendekatnya hari H Idul Adha.
Ia mengungkapkan, dari pengalaman para pedagang, kenaikan harga biasanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekor.
“Pasti naik mendekati hari raya, minimal Rp300 ribu, bahkan bisa sampai Rp500 ribu lebih mahal dari harga sekarang,” katanya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

