Jelang Kurban, Diskanak Garut Pastikan PMK Sudah Dapat Dikendalikan

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang ribuan ekor ternak di wilayah Kabupaten Garut pada 2022 lalu ternyata hingga saat ini mendekati Idul Adha 1444 Hijriyah/2023 Miladiyah masih belum sepenuhnya hilang.

Jelang Kurban, Diskanak Garut Pastikan PMK Sudah Dapat Dikendalikan
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang ribuan ekor ternak di wilayah Kabupaten Garut pada 2022 lalu ternyata hingga saat ini mendekati Idul Adha 1444 Hijriyah/2023 Miladiyah masih belum sepenuhnya hilang.

INILAHKORAN, Garut- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang ribuan ekor ternak di wilayah Kabupaten Garut pada 2022 lalu ternyata hingga saat ini mendekati idul adha 1444 Hijriyah/2023 Miladiyah masih belum sepenuhnya hilang.


Akan tetapi pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut memastikan PMK tersebut sudah dapat dikendalikan. Stok hewan ternak untuk kebutuhan penyelenggaraan ibadah kurban pun aman dan akan tercukupi.


"Belum seratus persen hilang. Akan tetapi sudah terkendali. Terlebih, kita sudah menyiapkan petugas, melakukan vaksinasi, hingga pengobatan, pencegahan, dan sebagainya," kata Kepala Diskanak Garut Sofyan Yani, Selasa (23/5/2023).


Dia menghimbau jika masyarakat masih merasa ragu akan kesehatan hewan ternak yang akan dipotongnya maka bisa menghubungi petugas Diskanak Garut untuk memastikannya. Pihak Diskanak menyiapkan sebanyak delapan dokter hewan yang selalu siaga melayani masyarakat memberikan edukasi tentang kesiapan hewan ternaknya.


Dalam waktu dekat, lanjut Sofyan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan tersebut memenuhi syarat kesehatannya atau tidak. Pemeriksaan dilakukan secara maraton ke sejumlah titik, bandar-bandar hewan, pasar-pasar, dan DKM-DKM (dewan-dewan kemakmuran masjid) yang akan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.


Sofyan berharap pelaksanaan ibadah kurban pada tahun sekarang dapat berjalan lancar dengan

ketersediaan hewan kurban terpenuhi dan berkualitas bagus. Sehingga masyarakat pun merasa nyaman mengonsumsi daging hasil sembelihannya.


Berkaitan kebutuhan hewan kurban sendiri, Sofyan menyebutkan, pada penyelenggaraan kurban 1443 Hijriyah/2022 Miladiyah, terpenuhi kebutuhan hewan kurban khususnya sapi sekitar 2.700 hingga 3.000 ekor. Kebutuhan hewan kurban sapi tersebut terpenuhi dari pasokan asal luar Garut yang sudah dipastikan aman dan bebas dari PMK serta penyakit Lumpy Skin Disesase (LSD). LSD merupakan penyakit biasa menyerang sapi dan kerbau diakibatkan virus dari family Poxviridae.


Dari keadaan tersebut, dia yakin stok untuk kebutuhan hewan kurban pada tahun ini juga aman dan bisa tercukupi.


"Stok itu Insya Allah tercukupi. Kami dipasok dari luar Garut. Ya dari Jawa Timur, Jawa Tengah. Tapi dipastikan bahwa itu harus bebas PMK," ujarnya.


Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Penanggulangan PMK Kabupaten Garut, sejak PMK terdeteksi sekitar awal Mei 2022 hingga 12 Oktober 2022, di Kabupaten Garut, ada sebanyak 6.662 ekor ternak bergejala PMK dilakukan pengobatan, terdiri domba 95 ekor, kambing 4 ekor, kerbau 357 ekor, sapi potong 2.661 ekor, dan sapi perah 3.545 ekor.


Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 5.118 ekor ternak dinyatakan sembuh atau mengalami perbaikan kondisi pasca pengobatan dari terpapar PMK. Sebanyak 488 ekor mati, dan sebanyak 492 ekor lainnya dipotong bersyarat karena bergejala PMK.


Dari sebanyak 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, sebanyak 26 kecamatan di antaranya terdampak PMK.(zainulmukhtar)****


Editor : JakaPermana