Cegah PMK di Wilayahnya, Dispernakan KBB Targetkan 26.229 Sapi Perah untuk Divaksinasi Massal
Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan 26.229 ekor sapi perah untuk dilakukan vaksinasi massal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan 26.229 ekor sapi perah untuk dilakukan vaksinasi massal.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku atau (PMK) di wilayah Bandung Barat.
"Vaksin massal sudah selesai dilaksanakan beberapa hari lalu, dari target 26.229 sapi perah, yang sudah tervakisn 14.050 ekor, dan sedang divaksin 6.000 ekor," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti, Minggu 9 Februari 2025.
Sementara itu, ungkap Wiwin, tersisa sekitar enam ribuan ekor sapi perah yang bakal divaksin pada Maret 2025. Adapun pelaksanaan vaksinasi massal tersebut dilakukan secara door to door dengan menyambangi setiap peternak.
"Kegiatan vaksinasi massal ini, melibatkan 39 paramedis, 3 dokter hewan dari koperasi susu, dan 4 dokter hewan dari Dispernakan KBB," sebutnya.
Selain itu, sambung Wiwin, kegiatan vaksinasi massal kepada hewan ternak ini merupakan tindaklanjut dari Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: B-03/PK.320/ M/01/2025 tanggal 03 Januari 2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
"Kemudian, Surat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor: 3168/PK.330/F/12/2024 tentang Neraca Komoditas Tahun 2025 dan Dukungan Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN)," jelasnya.
Lebih lanjut Wiwin menuturkan, pelaksanaan vaksinasi massal dalam rangka Bulan Vaksinasi Nasional untuk PMK pada Februari dan Agustus 2025.
"Kalau untuk jadwal pelaksanaan vaksinasi massal untuk Penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) pada Agustus 2025,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan kasus PMK, Wiwin mengungkapkan sudah bisa ditangani. Sejumlah sapi perah yang sebelumnya terjangkit PMK sudah dinyatakan sembuh.
"Alhamdulillah sekarang sudah aman," ucapnya.
Diketahui, sebanyak 229 sapi potong di KBB yang didatangkan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur positif terkena PMK. Data tersebut berdasarkan temuan selama periode Desember 2024-Januari 2025. Dispernakan KBB mencatat ada136 kasus sapi perah yang terpapar, 4 ekor di antaranya mati mendadak, 10 ekor disarankan untuk dipotong.***
Editor : JakaPermana

