Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji 2024, Kemenag KBB Tekankan Hal Penting ini

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai gencar melaksanakan sejumlah kegiatan jelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 ini.

Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji 2024, Kemenag KBB Tekankan Hal Penting ini
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai gencar melaksanakan sejumlah kegiatan jelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 ini./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai gencar melaksanakan sejumlah kegiatan jelang pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2024 ini.

Salah satunya dengan melaksanakan Bimbingan Ketua Regu dan Ketua Rombongan Tingkat Kabupaten Tahun 2024 untuk memastikan pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2024 ini berjalan dengan lancar.

"Untuk memudahkan koordinasi dengan petugas haji, maka dibentuklah ketua regu dan ketua rombongan yang masing-masing ditunjuk dari para jemaah," kata Kepala Kemenag KBB, Tedi Ahmad Junaedi belum lama ini.

Tedi menjelaskan, para jemaah yang diberikan amanah menjadi ketua regu dan ketua rombongan, harus bisa berkoordinasi dengan para jemaah haji yang tergabung dalam kelompoknya.

Termasuk mengingatkan satu sama lain dan menjaga kekompakan bersama selama di Tanah Suci. 

“Pembagian kelompok terbang (Kloter) tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya pembagian kloter dibagi menjadi 1 regu 11 orang dengan ketua regu. Tahun ini 9 orang dengan ketua regunya," jelas Tedi.

"Karena rombongannya berubah, kloter tetap tetapi untuk transportasi itu berubah. Panitia terus upayakan agar setiap rombongan dilayani dengan nyaman,” sambungnya.

Tak hanya itu, sebut Tedi, untuk kloter 10, terbagi menjadi 11 rombongan dengan jumlahnya 440 Jemaah. Kemudian, berdasarkan jadwal yang diterima pihaknya, pemberangkatan kloter 10 ini tetap dilaksanakan pada 15 Mei 2024.

“Saya yakin persiapan packing kloter 10 sudah 99 persen, sehingga dicek kembali agar tidak ada lagi barang yang tertinggal," sebutnya.

Selanjutnya, koper jemaah diserahkan ke KBIH, kemudian dikirim KBIH ke Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 

"Koper jemaah dan petugas akan dikirim lebih dulu ke embarkasi Jakarta Bekasi (JKS). Setelah itu barulah jemaah yang diberangkatkan,” ucapnya.

Selain itu, Tedi pun berpesan kepada  para ketua regu dan ketua rombongan untuk saling mengingatkan kembali terkait barang yang perlu dan tidak perlu dibawa ke Tanah Suci.

"Jangan memaksakan membawa barang yang sudah jelas-jelas dilarang, karena akan diperiksa kembali oleh pihak imigrasi dan disita," tegasnya.

"Sampai sekarang barangnya belum diambil dari hasil razia imigrasi masih ada, ada setrika, rokok, pemanas air," sambungnya.

Tedi pun menekankan, bagi ahli hisap yang membawa rokok diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu maksimal membawa 200 batang tidak boleh lebih dari itu.

"Saya ingatkan dari pada susah payah membawa barang yang dilarang seperti yang disebutkan, lebih baik membelinya pada saat sudah tiba di Tanah Air. Perlu diperhatikan juga, membawa obat-obatan jangan terlalu banyak, bawa saja secukupnya,” ujarnya.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi menutup tahapan pelunasan biaya perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 H/2024 M pada April 2024 lalu dan memastikan kuota haji Indonesia sudah terpenuhi.

Seperti diketahui, Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini menjadi 241.000 dengan tambahan kuota 20.000. Jumlah tersebut terdiri atas 221.720 kuota jemaah haji regular dan 19.280 kuota jemaah haji khusus.

Rencananya, jemaah haji reguler akan mulai berangkat ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024. Sementara jemaah haji khusus akan mulai terbang ke Tanah Suci pada 23 Mei 2024.*** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana