Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Jamaah Haji Alami Stres hingga Gangguan Jiwa

Salah satu jamaah asal Makassar dilaporkan mengalami gangguan jiwa saat melaksanakan ibadah haji.

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Jamaah Haji Alami Stres hingga Gangguan Jiwa

INILAHKORAN - Musim haji 2025 telah resmi dimulai dan rombongan pertama jamaah dari berbagai daerah di Indonesia telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Namun, di tengah semangat menunaikan rukun Islam kelima, tantangan besar langsung menghadang: cuaca panas ekstrem dan tekanan fisik yang tak bisa dianggap enteng.

Kondisi iklim yang menyengat di Arab Saudi menjadi ujian tersendiri bagi ribuan jamaah. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah melaporkan bahwa sejumlah jamaah kloter awal mengalami tekanan mental serius, bahkan hingga menimbulkan gejala gangguan kejiwaan.

Menurut laporan yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Rabu 14 Mei 2025, sejumlah gangguan mulai bermunculan sejak awal kedatangan jamaah di awal Mei. Keluhan paling umum berupa stres berat, gangguan tidur, hingga perubahan perilaku yang mengarah pada masalah kejiwaan.

“Banyak jamaah yang kesulitan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kami mendapati kasus kecemasan akut, insomnia, bahkan keluhan fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medis,” ujar dr Kusufia Mirantri, Sp.KJ, dokter spesialis jiwa di KKHI Madinah.

Gejala yang patut diwaspadai antara lain perubahan suasana hati, mudah tersinggung, menghindari interaksi sosial, takut keluar kamar, hingga panik saat berada di keramaian. Bahkan, ada jamaah yang menunjukkan gejala menangis tanpa sebab, enggan ke masjid, atau merasa lelah meski sudah beristirahat.

Dr Kusufia menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan sekadar kelelahan biasa. Kombinasi tekanan fisik, iklim ekstrem, dan perubahan rutinitas menjadi pemicu utama. Kondisi ini bisa memburuk jika tidak segera ditangani secara empatik.

“Jika melihat jamaah dengan tanda-tanda tersebut, jangan langsung menyimpulkan diagnosis. Pendamping cukup mendekati dengan empati, membantu menenangkan, dan segera laporkan ke tim medis atau ketua rombongan,” imbaunya.

Dalam kasus paling serius, satu jamaah asal Makassar dilaporkan mengalami gangguan jiwa dan tengah dalam penanganan intensif oleh tim kesehatan haji di Madinah.

Selain masalah psikologis, gangguan fisik seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes juga menjadi faktor risiko tinggi. Jamaah diimbau untuk menjaga asupan cairan, tidak memaksakan diri dalam aktivitas ibadah, dan selalu mematuhi anjuran petugas kesehatan.


Editor : Firda Rachmawati