Menelusuri Makna Haji Mabrur: Penjelasan Buya Yahya

Haji Mabrur diartikan sebagai haji yang diterima dan diridhoi oleh Allah SWT. Ibadah haji yang sempurna ini tidak hanya memenuhi rukun dan syaratnya, tetapi juga diiringi dengan keikhlasan, ketaatan, dan hati yang bersih.

Menelusuri Makna Haji Mabrur: Penjelasan Buya Yahya
Menelusuri Makna Haji Mabrur: Penjelasan Buya Yahya

INILAHKORAN, Bandung – Bagi umat Islam, menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi mereka yang mampu.

Namun, di balik kesempurnaan ibadah haji, terdapat tingkatan haji yang lebih mulia, yaitu Haji Mabrur.

Haji Mabrur diartikan sebagai haji yang diterima dan diridhoi oleh Allah SWT. Ibadah haji yang sempurna ini tidak hanya memenuhi rukun dan syaratnya, tetapi juga diiringi dengan keikhlasan, ketaatan, dan hati yang bersih.

Baca Juga : Tidur Sebelum Isya Niat Tahajud, Bolehkah? Buya Yahya Beri Jawaban Tegas!

Untuk memahami lebih dalam tentang Haji Mabrur, mari kita simak penjelasan dari Buya Yahya, seorang ulama ternama Indonesia, melalui video-videonya di YouTube.

Ciri-ciri Haji Mabrur menurut Buya Yahya

  1. Haji yang diterima Allah SWT: Ini merupakan inti dari Haji Mabrur, di mana semua amalan dan doa selama haji diterima dan diridhoi oleh Allah SWT.
  2. Haji yang diiringi dengan keikhlasan: Niat dan tujuan utama dalam berhaji adalah semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT, bukan untuk tujuan lain seperti riya' atau pamer.
  3. Haji yang dilakukan dengan penuh ketaatan: Jamaah haji mengikuti semua rukun dan syarat haji dengan benar dan penuh ketaatan kepada Allah SWT.
  4. Haji yang dilakukan dengan hati yang bersih: Hati jamaah haji terbebas dari dosa, kemaksiatan, dan kesombongan selama melaksanakan ibadah haji.
  5. Haji yang membawa perubahan positif: Haji Mabrur diharapkan membawa perubahan positif dalam diri jamaah haji, baik dalam akhlak, ibadah, maupun kehidupan sehari-hari.***

Baca Juga : Mengapa Masih Keliru Baca Al-Qur'an Meski Sudah Belajar? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya!


Editor : Yosep Saepul Ramadan