Jelang Ramadan, Disdagkoperin Cimahi Antisipasi Lonjakan Pedagang Musiman
Menjelang Ramadan 2026, Disdagkoperin Kota Cimahi memastikan kondisi pasar wilayahnya masih relatif stabil dan terkendali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang Ramadan 2026, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi memastikan kondisi pasar wilayahnya masih relatif stabil dan terkendali.
Hingga saat ini, belum tercatat lonjakan signifikan jumlah pedagang baru. Fenomena yang terjadi di pasar masih tergolong reguler seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi Indra Bagjana mengatakan, perkembangan pasar hingga saat ini tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.
Menurutnya, peningkatan aktivitas yang mungkin terjadi diperkirakan bakal muncul di awal Ramadan, terutama dari kalangan pedagang musiman.
"Belum terlihat ada laporan atau gejala yang luar biasa, masih reguler seperti biasa," kata Indra, Kamis 12 Februari 2026.
"Selama tidak mengganggu ketertiban umum, usaha adalah hak semua orang, yang penting tertib dan keamanan pangan terjamin," ucapnya.
Indra mengakui, pada Ramadan tahun lalu terjadi peningkatan jumlah pedagang sementara, namun untuk tahun ini pihaknya belum dapat memastikan tren yang sama akan terulang.
"Kita akan pantau perkembangannya dan berkoordinasi dengan tim Satpol PP," tambahnya.
Kendati begitu, lanjut Indra, Pemerintah Kota Cimahi tetap mendorong kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat, namun dengan tetap menjaga ketertiban umum sebagai batasan utama.
"Kami mengimbau kewirausahaan untuk ditingkatkan, tapi jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Itu kuncinya," ujarnya.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, sambung Indra, pihaknya secara rutin menggelar operasi pasar murah melalui skema Si Besti minimal satu kali sebulan, yang awalnya hanya untuk komoditas beras dan kini telah ditambah minyak goreng.
"Mudah-mudahan saat Ramadan nanti kami kembali menyelenggarakan Si Besti setiap Kamis terakhir bekerja sama dengan Bulog," jelasnya.
Sementara menjelang Lebaran, Pemkot Cimahi juga berharap mendapatkan kuota operasi pasar bersubsidi dari Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, meskipun mekanisme teknisnya hingga kini masih menunggu kepastian.
Terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, Indra menyebut kondisi saat ini masih dalam batas wajar.
"Sampai hari ini masih landai dan aman. Kenaikan harga adalah hal yang wajar karena mekanisme pasar, namun selama terkendali tidak menjadi masalah," katanya.
"Berdasarkan pola tahunan, harga diperkirakan akan turun setelah awal Ramadan, kemudian naik kembali sekitar sepekan menjelang Lebaran sebelum akhirnya kembali stabil pasca hari raya," sambungnya.
Editor : Doni Ramdhani

