Jemaah Haji Tasikmalaya Diminta Kurangi Aktivitas Jelang Puncak Haji di Arafah
Jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini memasuki tahapan paling penting dalam rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini memasuki tahapan paling penting dalam rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Seluruh jemaah dijadwalkan mulai bergerak menuju Arafah pada 25 Mei 2026, sebelum menjalani wukuf yang menjadi puncak ibadah haji pada 26 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Husna Mustopa mengatakan, kondisi fisik jemaah harus benar-benar dijaga menjelang pelaksanaan puncak haji.
“Geser ke Arafah tanggal 25 Mei dan puncak haji di tanggal 26 Mei,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, jemaah mulai diimbau membatasi aktivitas di luar hotel guna menghemat tenaga dan menjaga stamina, terlebih cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem.
Dia menegaskan, aktivitas yang tidak bersifat penting sebaiknya dikurangi agar jemaah tetap dalam kondisi prima saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Sekarang jemaah diimbau tidak terlalu banyak aktivitas di luar. Ini untuk memastikan saat puncak haji nanti kondisi mereka benar-benar prima dalam beribadah,” katanya.
Selain itu, petugas haji terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada para jemaah terkait pentingnya menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, serta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas.
Husna juga mengingatkan jemaah untuk memperhatikan kebutuhan cairan tubuh di tengah suhu panas yang tinggi di Tanah Suci. Jemaah diminta mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan aman dan lancar.
Sementara itu, Pendamping Haji Daerah (PHD) KJT 04 Kota Tasikmalaya Aep Syam menyebut cuaca panas ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah menjelang puncak haji.
“Sekarang cuacanya cukup ekstrem, panasnya tinggi dan itu harus benar-benar jadi perhatian jemaah,” ujar Aep saat dihubungi.
Dia mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak karena risiko kelelahan dan dehidrasi cukup tinggi.
“Minum itu harus cukup, jangan sampai kurang cairan. Ini yang paling sering jadi masalah di lapangan,” ucapnya.
Aep juga meminta jemaah menggunakan perlindungan diri seperti topi, masker, dan kacamata saat berada di luar hotel untuk mengurangi dampak paparan cuaca panas.
Menurutnya, petugas terus melakukan pemantauan kesehatan jemaah secara berkala guna memastikan seluruh jemaah tetap dalam kondisi stabil menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Editor : Doni Ramdhani

