Kanwil Kemenhaj Jabar Sambut Kloter Perdana Haji 2026, Terapkan OSS
Kanwil Kemenhaj Jabar memastikan kesiapan penuh menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji 2026 di dua embarkasi utama, Bekasi dan Indramayu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kantor Wilayah Kementerian haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jabar memastikan kesiapan penuh menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji 2026 di dua embarkasi utama, Bekasi dan Indramayu.
Penerimaan jemaah dijadwalkan mulai 21 April 2026 dengan skema layanan terintegrasi. Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hari Novian mengaku, seluruh persiapan telah dimatangkan. Termasuk, simulasi penerimaan jemaah menggunakan sistem one stop service (OSS).
“Kami dari Kanwil Kemenhaj Jabar insyaallah siap menyambut kedatangan para jemaah untuk masuk ke asrama haji pada 21 April 2026 di dua embarkasi yang ada di Indramayu dan di Bekasi,” ujar Boy, Senin (20/4/2026).
Melalui sistem OSS, seluruh proses administrasi hingga pembagian perlengkapan dilakukan dalam satu alur layanan saat jemaah tiba di asrama. Hal ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan meningkatkan kenyamanan.
“Dalam persiapan antara dua embarkasi tidak ada perbedaan, kami sama-sama melakukan simulasi atau proses penerimaan jemaah dengan metode OSS atau One Stop Service. Di mana ketika jemaah sampai di aula itu langsung akan kami berikan semua kelengkapan jemaah,” katanya.
Selain itu, penyelenggaraan haji tahun ini menghadirkan kebijakan baru berupa pengaktifan dan distribusi kartu Nusuk langsung di asrama haji.
“Dan juga ada hal baru di tahun ini yaitu pengaktifan kartu Nusuk serta penyerahan kartu Nusuk ketika jemaah haji berada di asrama baik di Bekasi maupun di Indramayu,” tambahnya.
Dari sisi operasional, terdapat perbedaan jumlah kloter antara dua embarkasi. Asrama haji Bekasi akan memberangkatkan 28 kloter dengan frekuensi satu kloter per hari. Sementara Embarkasi Indramayu akan melayani 40 kloter dengan dua kloter per hari.
Meski demikian, Boy memastikan kondisi tersebut tidak akan memicu penumpukan jemaah karena kapasitas akomodasi dinilai mencukupi, bahkan dalam kondisi keterlambatan penerbangan.
“Insyaallah semua gedung atau tower tempat penginapan, akomodasi buat jemaah itu sudah lebih dari cukup sehingga dipastikan kalaupun terjadi delay ataupun keterlambatan dalam pemberangkatan itu tidak akan berpengaruh hingga terjadinya penumpukan jemaah,” tegasnya.
Sisi lain, aspek kesehatan menjadi perhatian serius pada musim haji 2026. Pemeriksaan akan dilakukan lebih ketat, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menerapkan skrining kesehatan di dua titik kedatangan, yakni Jeddah dan Madinah.
“Jika memang jemaah walaupun sudah sampai di asrama haji, jika memang ditentukan atau diperiksa oleh balai karantina kesehatan dan dinyatakan tidak layak untuk terbang, maka kami akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BKK untuk tidak memberangkatkan jemaah tersebut,” jelas Boy.
Dia menambahkan, jemaah yang masih memungkinkan untuk sembuh akan dijadwalkan ulang pada kloter berikutnya. Namun, bagi yang belum layak, keberangkatan harus ditunda demi keselamatan.
Boy berharap, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar sekaligus menjadi momentum awal bagi institusinya dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah.
“Harapannya bahwa penyelenggaraan operasional haji di tahun 2026 ini bisa berlancar dengan baik, dengan sukses,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, menjelang keberangkatan haji.
“Apalagi semalam sebelum berangkat ke asrama, tolong tidak banyak melakukan kegiatan yang tidak penting, perbanyak istirahat sehingga badan segar dan fit ketika nanti masuk ke asrama haji baik di Bekasi maupun di Indramayu,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

