Menu Haji Disorot, Kemenhaj Jabar Minta Maskapai Prioritaskan Jemaah Lansia
Kemenhaj Jabar menhyoroti menu makan para jemaah haji dan meminta ada perubahan dengan memprioritaskan jemaah Lansia
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Isu konsumsi jemaah haji menjadi fokus krusial jelang keberangkatan musim haji 2026. Pemerintah memastikan menu makanan tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman bagi kesehatan dan sesuai dengan karakteristik jemaah, terutama Lansia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian menegaskan, pengawasan asupan makanan dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga selama perjalanan menuju Tanah Suci.
Ia menyebut, pendekatan yang digunakan adalah menyesuaikan menu dengan kebiasaan konsumsi masyarakat Jawa Barat, sekaligus memastikan tekstur dan rasa tidak memicu gangguan kesehatan.
"Untuk di asrama, kami siapkan makanan yang tidak pedas, tidak keras atau mudah dikunyah Lansia. Kami harapkan maskapai penerbangan juga menyediakan asupan makanan serupa kepada jemaah," ujar Boy, Senin (20/4/2026).
Evaluasi terhadap menu maskapai pun dilakukan. Hasil uji coba menunjukkan masih ada sajian yang dinilai kurang ramah, seperti tempe orek kering dan gulai ayam yang cenderung pedas serta sulit dikonsumsi sebagian jemaah.
"Makanan yang diminta atau disiapkan itu memiliki taste Indonesia. Terus ramah Lansia juga. Misal tempe orek jadi abon kan lebih ramah Lansia, kemudian ayam gulai kan pedas, itu ganti saja dengan ayam kecap jadi biar lebih nyaman di lidah masyarakat Indonesia dan Jabar," ucapnya.
Penyesuaian ini dinilai mendesak mengingat jadwal keberangkatan sudah di depan mata. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April, sementara kloter pertama akan terbang pada 22 April 2026.
"Tanggal 21 jemaah sudah masuk ke Asrama haji Indrmayu maupun Bekasi," katanya.
Di tengah persiapan tersebut, pemerintah juga memperkuat sisi pelayanan. Sebanyak 46 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) telah dilantik untuk dua embarkasi utama, yakni Bekasi dan Indramayu. Total personel yang akan bertugas mencapai 290 orang.
Dari sisi infrastruktur, kesiapan asrama haji disebut telah rampung sepenuhnya. Dokumen penting seperti visa juga telah selesai diproses dan siap dibagikan kepada jemaah saat kedatangan.
Sementara itu, distribusi kartu Nusuk masih menunggu dari otoritas Arab Saudi. Kartu tersebut nantinya akan langsung diaktifkan oleh pihak syarikah saat jemaah tiba di asrama.
"Kemudian untuk Nusuk kami masih menunggu dari Arab Saudinya, In Syaa Allah tanggal 19 sudah ada dan tinggal dibagikan di asrama oleh pihak syarikah. Kami sudah konfirmasikan hal itu," ungkapnya.
Editor : Ahmad Sayuti

