Jembatan Alfian di Batujajar Akhirnya Dibongkar, Pengelola: Kecewa, Tapi ini untuk Mengantisipasi Sampah Tersangkut

Dibangun pada akhir tahun 2021, Jembatan Alfian atau lebih dikenal dengan sebutan Jembalas akhirnya harus dibongkar oleh pengelola.

Jembatan Alfian di Batujajar Akhirnya Dibongkar, Pengelola: Kecewa, Tapi ini untuk Mengantisipasi Sampah Tersangkut
Dibangun pada akhir tahun 2021, Jembatan Alfian atau lebih dikenal dengan sebutan Jembalas akhirnya harus dibongkar oleh pengelola./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Dibangun pada akhir tahun 2021, jembatan alfian atau lebih dikenal dengan sebutan Jembalas akhirnya harus dibongkar oleh pengelola.

Tak hanya itu, jembatan alfian yang berada di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini menjadi akses penghubung yang menjadi andalan para pengendara agar bisa memangkas jarak dan waktu tempuh. Sebab, jembatan ini dua kecamatan, yakni Batujajar dengan Cihampelas. 

Seperti diketahui, jembatan alfian sendiri dibangun di atas aliran Sungai Citarum dengan panjang mencapai 520 meter dan lebar 2,5 meter. Konstruksi jembatan alfian ini menggunakan balok dan papan kayu. 

"Jembatannya akhirnya dibongkar. Bahkan, dibongkarnya dari beberapa hari lalu,"  kata pengelola jembatan alfian, Gaston Baru kepada wartawan, Selasa 25 Juni 2024.

Alasan dibongkarnya jembatan alfian ini, kata Gaston, karena banyaknya sampah yang tertahan di aliran sungai akibat keberadaan jembatan tersebut. 

"Kita diinstruksikan membongkar jembatannya oleh Satgas Citarum sektor 9. Katanya supaya sampah tidak tersangkut di jembatan, jadi nanti langsung ke Waduk Saguling," kata Gaston. 

Gaston mengaku kecewa dengan pembongkaran tersebut, namun pihaknya tak banyak pilihan. Padahal, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu warga terutama pejalan kaki dan sepeda motor. 

"Sejak awal, tujuan jembatan ini dibangun kan untuk memangkas jarak dan waktu. Makanya warga yang pakai jembatan ini merasa sangat terbantu," jelasnya.

"Setelah jembatan dibongkar, kan warga semua kecewa karena sekarang jalannya harus berputar lagi," imbuhnya.

Selama jembatan alfian berdiri, sambung Gaston, memang sampah selalu tersangkut di konstruksi jembatan. Sehingga, salah satu solusinya yakni pengelola memutus fleksibel jembatan selama beberapa hari supaya sampah bisa lewat. 

"Terakhir beberapa minggu lalu, waktu viral sampah di Citarum kemarin kan kita buka fleksibelnya," sebutnya.

"Selama ini juga kan sering sampah sama eceng gondok nyangkut, setelah kita buka fleksibel ya hilang. Cuma sekarang perintahnya harus dibongkar," tandasnya.*** 


Editor : JakaPermana