Jembatan Terancam Ambruk, Warga Bendakerep Cirebon Waswas Akses Terputus
Kondisi Jembatan Lebak Ngok di RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya Kota Cirebon kian memprihatinkan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kondisi jembatan Lebak Ngok di RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya Kota Cirebon kian memprihatinkan. Akses vital yang selama ini menjadi penghubung utama warga terancam terputus setelah adanya longsor.
Kerusakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Kendaraan roda empat kini dilarang melintas, sementara sepeda motor hanya dapat melewati jembatan dengan sangat hati-hati. Kondisi ini menyulitkan warga, terutama para pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk berangkat ke sekolah.
“Kalau pagi itu ramai anak sekolah. Sekarang orang tua waswas, takut jembatannya ambruk sewaktu-waktu,” ujar Udin, salah seorang warga RW 11 Bendakerep, Jumat 20 Februari 2026
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Struktur jembatan dinilai sudah tidak aman, terutama pada bagian pondasi yang tergerus longsor. Warga menyebut, kondisi jembatan sebenarnya telah lama mengkhawatirkan, namun belum mendapat penanganan serius.
“Sudah lama ini kelihatan retak dan tanahnya terus tergerus. Kami sudah beberapa kali lapor, tapi belum ada perbaikan nyata,” keluh Siti, warga lainnya.
Warga pun berharap Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah cepat dan konkret, seperti pemasangan bronjong, penguatan tebing sungai, serta penanganan struktur jembatan secara menyeluruh.
Selain itu, warga juga meminta agar disiapkan jalur alternatif sementara guna menghindari lumpuhnya mobilitas masyarakat.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban. Jangan sampai jembatan ambruk dulu baru diperbaiki,” tegas Udin.
Hingga kini, warga Bendakerep masih menanti respons cepat dari instansi terkait, termasuk pihak pengelola sungai, demi mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga keselamatan pengguna jembatan.
Sementara itu, BPBD Kota Cirebon telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil asesmen, longsor terjadi pada hari Senin lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Material tanah yang runtuh terbawa arus sungai dan memperparah kondisi pondasi jembatan.
“Dari hasil pengecekan, longsoran terjadi di sisi kanan dan kiri tebing penyangga jembatan. Jika tidak segera ditangani, potensi kerusakan lanjutan sangat besar,” kata salah seorang petugas BPBD di lokasi.
Editor : Ahmad Sayuti

