Jenal Minta Masyarakat Aktif Kawal Kasus Perempuan dan Anak di Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta kepada masyarakat untuk aktif dalam pengawalan kasus yang melibatkan perempuan dan anak di Kota Bogor.

Jenal Minta Masyarakat Aktif Kawal Kasus Perempuan dan Anak di Kota Bogor
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang meminta masyarakat untuk aktif kawal kasus perempuan dan anak. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta kepada masyarakat untuk aktif dalam pengawalan kasus yang melibatkan perempuan dan anak di Kota Bogor.

"Masyarakat yang menangani kasus perempuan dan anak, ada baiknya mengetahui cara dan tahapan serta upayanya seperti apa. Terutama mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak atau kasus lainnya," kata Jenal, Rabu (29/7/2026).

Jenal melanjutkan, permasalahan ekonomi dan sosial menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus tersebut. Sehingga, masyarakat yang tergabung dalam Perlindungan anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) harus betul-betul mengidentifikasinya.

"Jadi Kota Bogor ada PATBM yang tidak hanya menangani kasusnya, namun juga memitigasi. Faktor-faktor penyebabnya digali, lebih aktif. Pelatihan ini strategis," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan perempuan dan anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian dan kerja sama dari seluruh pihak. 

Berdasarkan data UPTD Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Kota Bogor per 27 Juli 2026, kasus yang telah terlayani sebanyak 118 kasus, dengan rincian 63 kasus Kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan 55 kasus Kekerasan terhadap anak (KTA).

"Angka ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan, penanganan, dan pendampingan korban harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta para pegiat perlindungan perempuan dan anak," terang Rakhmawati.

Rakhmawati berharap PATBM se-Kota Bogor dapat meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, penanganan serta rujukan terhadap berbagai kasus. Termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, ABH, maupun perkawinan anak

"Kehadiran dan peran aktif PATBM sebagai garda terdepan di masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi hak-hak perempuan serta anak," jelasnya. 

"Kami juga rutin menggelar pelatihan kepada PATBM, untuk memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bekal dalam memperkuat pelayanan perlindungan perempuan dan anak di Kota Bogor," pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani