Jennie BLACKPINK Didiskriminasi di Negaranya Sendiri?

Jennie BLACKPINK mengalami diskriminasi di negaranya sendiri dengan banyaknya larangan untuk lagu 'Mantra' dari mulai lirik hingga dinilai 19+.

Jennie BLACKPINK Didiskriminasi di Negaranya Sendiri?
Jennie BLACKPINK.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, Jennie BLACKPINK melakukan Comeback solo dengan merilis Lagu baru dengan singel berbahasa Inggris 'Mantra'.

Jennie BLACKPINK kembali mengukuhkan statusnya sebagai "Gadis No.1" Korea saat 'Mantra' langsung mendominasi berbagai tangga Lagu musik baik di dalam negeri maupun internasional.

Tidak seperti Lisa, yang berfokus terutama pada pasar internasional, Jennie BLACKPINK melakukan promosi di Korea dan global.

Di Korea, meskipun 'Mantra' adalah Lagu berbahasa Inggris, Lagu ini tetap bertahan dengan baik, saat ini hanya berada di posisi kedua setelah Rose di sistem iChart dan bertahan di 5 besar di MelOn selama dua minggu sejak dirilis.

Jennie BLACKPINK juga berhasil memenangkan trofi acara musik pertama untuk 'Mantra' di M! Countdown.

Namun, kesuksesan Lagu ini menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk dilarang dari siaran KBS karena kata yang tidak pantas dalam liriknya.

Selain itu, 'Mantra' diberi peringkat 19+, yang menyebabkan Jennie BLACKPINK kehilangan kemenangan mingguan.

Baru-baru ini komunitas penggemar Jennie BLACKPINK marah ketika Music Core mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi semua poin dari 'Mantra' karena ratingnya yang 19+.

Hal ini mengakibatkan 'Mantra' milik Jennie BLACKPINK dikeluarkan dari 3 nominasi teratas untuk trofi mingguan, yang memicu kemarahan di antara para penggemarnya.

Banyak penggemar yang mengungkapkan rasa frustrasi setelah bekerja keras untuk memberikan suara, tetapi Lagu tersebut didiskualifikasi, sehingga usaha mereka menjadi sia-sia.

Jennie BLACKPINK bahkan tampil di Music Core, membuat penggemar merasa bahwa mencabut haknya untuk menang adalah hal yang tidak adil.

Penggemar Jennie BLACKPINK menyoroti Diskriminasi yang nyata, dengan menyoroti bagaimana 'Mantra' dihukum karena mengandung satu kata sensitif.

Sementara itu, boy grup AB6IX, dengan Lagu mereka 'NVKED', yang berisi judul yang provokatif dan Lirik yang sugestif, tidak menghadapi masalah yang sama.

Penggemar berpendapat bahwa ini adalah contoh nyata Diskriminasi berbasis gender, di mana idola wanita dituntut dengan standar yang lebih ketat di Korea.

Terkait pemblokiran di KBS, isu ini muncul akibat penyebutan merek “In-N-Out” dalam Lirik Lagu tersebut yang melanggar regulasi penyiaran, sehingga Jennie BLACKPINK tidak bisa melakukan promosi maupun menang di acara Music Bank milik jaringan tersebut.

Namun, KBS menyatakan bahwa larangan tersebut tidak permanen. Lagu tersebut dapat dipertimbangkan kembali untuk ditayangkan jika bagian yang bermasalah direvisi atau dihapus.

Ini bukan pertama kalinya Lagu-Lagu Jennie BLACKPINK menghadapi larangan. Lagu-Lagu hit global BLACKPINK sebelumnya seperti 'Kill This Love', 'Pink Venom' dan 'Shut Down' juga dilarang karena alasan yang sama.

Penggemar internasional mengkritik larangan tersebut, menyebutnya "konyol" dan terlalu ketat.

Sebaliknya, pemirsa Korea berpendapat bahwa mematuhi hukum adalah kewajiban dasar, dan penyiar nasional biasanya tidak mengizinkan iklan merek yang terang-terangan dalam program mereka.***


Editor : Irma Nurfajri