JJ Fad Tuduh YG Gunakan Melodi 'Supersonic' untuk Lagi BABYMOSNTER 'HOT SAUCE'
Lagu baru 'Hot Sauce' didugameniru melodi dari lagu 'Supersonic' milik grup JJ Fad.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Belum banyak yang sadar bahwa lagi baru BABYMONSTER 'HOT SAUCE' ternyata miliki Melodi ya g mirip dengan 'Supersonic' JJ Fad.
YG Entertainment tengah diselidiki setelah ditegur oleh legenda hip hop Amerika JJ Fad karena diduga menggunakan lagu ikonik mereka 'Supersonic' tanpa izin yang semestinya dalam lagu terbaru BABYMONSTER 'HOT SAUCE'.
Kontroversi mencuat ketika JJ Fad mengunggah video TikTok yang membandingkan Melodi kedua lagu tersebut secara berdampingan.
Trio yang dikenal karena pengaruh mereka dalam hip hop jadul ini menunjukkan kemiripan yang mencolok dan mengungkapkan bahwa mereka tidak dihubungi maupun diberi kompensasi atas interpolasi tersebut.
"Kami sungguh tersanjung @BABYMONSTER yang melakukan interpolasi terhadap 'Supersonic'. Masalahnya, mereka tidak pernah meminta izin untuk menggunakannya, atau membayarnya! Sebaiknya segera hubungi kami atau..." tulis grup tersebut di akun TikTok resmi mereka.
Dalam industri musik, interpolasi mengacu pada perekaman ulang sebagian Melodi dari trek sebelumnya, berbeda dengan pengambilan sampel langsung.
Meskipun teknik ini umum di dunia K-Pop, seperti 'Pink Venom' milik BLACKPINK yang merujuk pada 'Pon de Replay' milik Rihanna, atau 'After LIKE' milik IVE yang merujuk pada 'I Feel Love' milik Donna Summer, teknik ini tetap memerlukan izin dan lisensi dari pemegang hak cipta asli secara hukum.
Yang memperparah reaksi keras adalah kurangnya tanggapan dari YG Entertainment, terutama karena label tersebut telah menghadapi kritik sebelumnya atas penggunaan elemen budaya Kulit Hitam tanpa pengakuan atau penghargaan yang pantas.
Di media sosial, penggemar internasional dan pengamat industri telah menyuarakan kekhawatiran, menyebut dugaan kelalaian tersebut tidak sopan dan tidak profesional.
Beberapa pihak menyoroti bahwa situasi ini bukan sekadar soal peminjaman karya kreatif, melainkan soal menghormati para pelopor yang meletakkan dasar bagi genre-genre yang sering diangkat dalam K-Pop.
Hingga saat ini, YG Entertainment belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.
Apakah label tersebut akan memberikan tanggapan atau menyelesaikan masalah ini dengan JJ Fad masih harus dilihat, tetapi situasi ini menggarisbawahi meningkatnya kebutuhan akan kolaborasi budaya yang transparan dan saling menghormati dalam musik pop global.***
Editor : Irma Nurfajri


