Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Saling Salip di Jabar

SEKITAR Dua bulan lagi masyarakat Indonesia akan menentukan pemimpinnya pada Pemilihan Umum 2019. Peta elektoral pasangan calon presiden dan wakil presiden tampaknya kian dinamis, khususnya di Jawa

Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Saling Salip di Jabar

INILAH, Bandung,- Sekitar dua bulan lagi masyarakat Indonesia akan menentukan pemimpinnya pada Pemilihan Umum 2019. Peta elektoral pasangan calon presiden dan wakil presiden tampaknya kian dinamis, khususnya di Jawa Barat.
 
Hal tersebut tampak dalam hasil survei yang dilakukan oleh Indopooling Network per Januari 2019 yang dipaparkan di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu (13/2/2019). Terlihat persaingan elektabilitas yang sangat ketat antar kedua pasangan calon presiden-wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Pada simulasi kertas suara, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul tipis dengan elektabilitas sebesar 41,7 persen, sementara Prabowo-Sandi 37,9 persen. Sementara pemilih yang belum menentukan pilihan maupun merahasiakan jawaban sebanyak 20,4 persen.  Adapun survei mengambil sampel 1.200 responden dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling, margin of error 2,8 persen yang dilakukan pada 21-27 Januari 2019 di seluruh wilayah Jawa Barat.  

"Tingkat elektabilitas antara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih kecil, dibawah 5 persen. Dan, ini menunjukkan persaingan antar kedua pasangan calon masih sangat sengit," ujar Direktur Indopooling Network Wempy Hadir.  

Menurut dia, potensi saling salip antara paslon nomor urut 01 dan 02 masih terbuka. Terlebih, baik Jokowi maupun Prabowo masing-masing unggul pada beberapa wilayah Jabar.

"Jokowi unggul di Jabar Utara dan Prabowo di Jabar selatan. Jadi ada tiga wilayah pertempuran, wilayah inilah yang akan menjadi catatan bagi partai politik dan tim sukses masing-masing pasangan calon untuk penggalangan dukungan. Kalau berhasil akan ada perubahan, dan kita akan lihat siapa yang leading," jelas Wempy.

Berdasarkan survei, dia sampaikan, Jokowi-Maruf pun unggul di wilayah Jabar bagian Timur dengan elektabilitas sebesar 55,3 persen. Sementara, Prabowo unggul di wilayah Jabar bagian selatan dengan 50 persen.

Lebih lanjut, Wempy menepis bilamana ada hipotesis yang mengatakan siapapun yang menang di Jabar akan memenangi Pemilu secara nasional, Berkaca pada Pilpres 2014, Prabowo-Hatta Rajasa unggul di Jabar namun yang terpilih sebagai presiden dan wakilnya Jokowi dan Jusuf Kalla. "Pada 2019, siapapun yang menang di Jawa Barat tapi tidak signifikan, tidak akan memengaruhi secara nasional," ungkap dia.

Semenetara itu, wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Bucky Wikagoe menanggapi hal survei tersebut, mengalami trend yang baik. Pasalnya di tengah gempuran kubu lawan, Prabowo - Sandiaga Uno masih bisa bertahan dengan selisih survei yang dibawah 5 persen. "Coba bayangkan kita di gempur oleh 22 kepala daerah kabupaten kota dan satu gubernur yang menjadi tim sukses Jokowi, namun kami bisa bertahan dengan selisih yang tipis," ucap Bucky.

Bucky optimis, capres yang diusungnya akan mengulang tren yang positif seperti di Pemilu 2014 lalu. Di mana Prabowo unggul di Jawa Barat. "Dalam sisa waktu yang hanya tinggal 70 hari ini kami tersebut bergerak dengan partai pengusung dan relawan, dan kami yang akan menang diatas 60 persen suara di Jawa Barat," pungkasnya.(*)
 


Editor : inilahkoran