Joo Hak Nyeon Protes, Mengaku Tidak Pernah Setuju Dikeluarkan dari THE BOYZ

Joo Hak Nyeon mengaku dirinya tidak pernah setuju keluar dari grup THE BOYZ dan malah didenda agensi sebesar Rp2,3 miliar.

Joo Hak Nyeon Protes, Mengaku Tidak Pernah Setuju Dikeluarkan dari THE BOYZ
Joo Hak Nyeon.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, Joo Hak Nyeon mengumumkan kepergiannya dari boy Grup THE BOYZ setelah adanya laporan mengenai pertemuannya dengan mantan aktris video dewasa Jepang, Kirara Asuka, di Jepang.

Dengan ini, agensinya mengakhiri kontraknya dan mengonfirmasi pemecatan Joo Hak Nyeon dari Grup THE BOYZ.

Joo Hak Nyeon kemudian mengunggah surat permintaan maaf yang ditulis tangan di Instagram kepada para penggemar.

Namun, saat laporan dan rumor terus menyebar secara online, dia mengunggah postingan panjang baru di Instagram, mengecam Agensi dan media outlet.

Halo, ini Joo Hak Nyeon. Meskipun saya telah menyatakan dengan jelas bahwa saya tidak melakukan tindakan ilegal, saya akan mengambil tindakan hukum, baik perdata maupun pidana, terhadap wartawan dan media yang terus menulis artikel jahat.

Jika ada bukti prostitusi, mohon segera ungkapkan kepada saya. Selain itu, saya tidak pernah meninggalkan Tim dan tidak pernah menyetujui pemutusan kontrak eksklusif saya.

Agensi membuat seolah-olah ada alasan pemutusan kontrak, padahal tidak ada alasan pemutusan, dan ada beberapa media yang memfitnah saya dengan menyebut-nyebut prostitusi tanpa dasar apa pun.

Agensi tersebut menuntut ganti rugi lebih dari ₩200 juta KRW (sekitar Rp2,3 miliar) dan meminta saya meninggalkan perusahaan, tetapi saya tidak pernah menerimanya.

Meskipun demikian, mereka mengumumkan kepada pers bahwa pemutusan hubungan kerja telah dikonfirmasi.

Saya ingin bertanya apakah sikap Agensi yang mencoba mengeluarkan saya secara sepihak dari Grup dan mendesak saya untuk mengakhiri kontrak dengan menuntut lebih dari ₩200 juta KRW hanya karena saya bersama orang terkenal dalam suasana pribadi adalah sikap Agensi yang seharusnya melindungi artis.

Ketika saya menolak pemutusan kontrak, mereka mengirimi saya surat bersertifikat yang menyatakan bahwa kontrak dihentikan karena kesalahan saya, mengabaikan prosedur yang ditetapkan dalam kontrak, dan memperingatkan saya tentang kompensasi atas kerusakan.

Jujur saja, saya sangat takut. Namun, jika saya menyerah di sini, masyarakat ini mungkin akan menjadi tempat di mana orang-orang yang tidak punya apa-apa dapat terjerumus pada hal-hal yang tidak mereka lakukan.

Selama ini saya diam saja, percaya kebenaran akan terungkap. Namun, ketika seseorang mencoba mengubur orang lain dengan dalih sesuatu yang tidak terjadi, saya tidak bisa lagi diam.

Saya ingin meminta pertanggungjawaban kepada Agensi yang secara tidak adil mendepak saya keluar dan ngotot memutus kontrak saya tanpa dasar apa pun, dan kepada media yang memberitakan prostitusi tanpa konfirmasi.

Bagaimanapun, saya akan berusaha keras untuk mengungkap kebenaran. Saya memberanikan diri, berharap pertarungan ini dapat memberi sedikit harapan kepada seseorang," tulis Joo Hak Nyeon.***


Editor : Irma Nurfajri