Saat Joo Hak Nyeon Bantah Prostitusi dengan Asuka Kirara, Dispatch Ungkap Kronologi Lengkapnya
Dispatch ungkap kronologi lengkap dari kontroversi Joo Hak Nyeon mantan member boy grup THE BOYZ.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Hari ini, Sabtu, 21 Juni 2025, media Korea ternama Dispatch, telah mengungkap Kronologi dari Kontroversi Joo Hak Nyeon.
Dispatch mengungkapkan keadaan lengkap seputar malam kontroversial Joo Hak Nyeon dengan aktris AV Jepang Asuka Kirara, sebuah skandal yang sejak itu mengakibatkan pemecatannya dari boy grup THE BOYZ.
Pada saat yang sama, Joo Hak Nyeon menyajikan situasi tersebut sebagai pertarungan simbolis antara yang tidak berdaya (dirinya sendiri, menghadiri pertemuan pribadi dengan seorang aktris AV) dan yang kuat (agensinya, menekannya untuk berhenti).
“Saya bertekad untuk melihat ini sampai akhir untuk mencari kebenaran. Saya berharap pertarungan ini menjadi sumber harapan kecil bagi seseorang di luar sana.”
Jadi, apa sebenarnya yang Joo Hak Nyeon klaim sebagai ketidakadilan? Sementara dia dengan keras menyangkal adanya prostitusi.
Berikut ini uraian terperinci 5W1H menunjukkan bagaimana satu malam menghancurkan karier idolanya Joo Hak Nyeon.
Kapan: 30 Mei 2025
Siapa: Joo Hak Nyeon, Pria A (desainer Jepang), Pria B (kenalan desainer), Asuka Kirara (aktris AV), dan wanita Jepang C, D, dan E.
Dimana: Sebuah pub pada pukul 1:00 pagi, karaoke pada pukul 2:00 pagi, ruang pribadi pada pukul 4:00 pagi, rumah Kirara pada pukul 6:00 pagi.
Apa: Kelompok itu minum bersama, berpindah tempat sepanjang malam, dan berakhir dengan Joo Hak Nyeon menemani Asuka Kirara ke rumahnya. Dia kembali ke hotelnya tempat menginap kelompok itu keesokan paginya.
Bagaimana: Menurut media Jepang Shukan Bunshun, Joo Hak Nyeon dan Asuka Kirara terlihat berpelukan di jalanan Roppongi dan menaiki taksi menuju kediamannya. Media tersebut meminta klarifikasi agensi mengenai hubungan mereka.
Alasannya: Setelah penyelidikan internal, agensi Joo Hak Nyeon, OneHundred, menyimpulkan bahwa kombinasi minum-minum dengan seorang aktris AV, PDA di depan umum, dan ketidakhadiran di hotel tanpa izin berisiko merusak citra grup tersebut, terutama mengingat basis penggemar mereka yang masih muda.
Fakta yang dikonfirmasi adalah: Joo Hak Nyeon minum bersama Asuka Kirara, pergi ke rumahnya setelah acara kumpul-kumpul, dan kembali ke hotel grup keesokan paginya.
Awalnya, Joo Hak Nyeon mengaku menghadiri acara kumpul-kumpul dan pulang bersama Asuka Kirara, dengan mengatakan selama wawancaranya dengan agensi.
“Saya tidak membayar. Yang lain yang membayar. Saya tidak ingin menyebabkan kerugian lebih lanjut kepada para member.”
Namun setelah pemecatannya diputuskan, dia menarik kembali pernyataannya, dengan menyatakan:
“Saya sebenarnya tidak tidur dengannya. Saya hanya mengatakan itu agar terdengar keren.”
Agensi tersebut memiliki dua kekhawatiran utama: pertama, potensi reaksi publik jika foto-foto mesra dengan seorang aktris AV bocor; kedua, risiko hukum jika ada orang dalam grup tersebut yang membayar kehadiran para wanita tersebut.
Agensi tersebut mengutip Klausul 6, Bagian 3 dari kontraknya, yang memperbolehkan pemutusan hubungan kerja karena tindakan yang membahayakan martabat seorang artis, sebagai pembenaran untuk memutuskan hubungan kerja.
Agensi tersebut meyakini pertemuan dengan seorang aktris AV dan kemesraan di depan publik dapat berdampak negatif pada grup tersebut, yang memiliki basis penggemar wanita yang kuat.
Joo Hak Nyeon kini berpendapat bahwa dia dihukum karena pergaulan, bukan karena perilaku kriminal.
“Saya mabuk, tetapi itu bukan prostitusi,” ungkapnya. Dia menganggap pemecatannya sebagai simbol ketidakadilan yang lebih besar, seraya menambahkan:
“Orang-orang seperti saya, yang tidak punya apa-apa, dapat dihancurkan oleh tuduhan atas hal-hal yang bahkan tidak kami lakukan.”
Dia juga menantang agensinya dan media: “Jika ada bukti prostitusi, mohon segera ungkapkan.”
Menanggapi pertanyaan Dispatch, Asuka Kirara berkomentar singkat: "Selain pekerjaan profesional, saya tidak pernah terlibat dalam prostitusi."
"Tidak peduli berapa pun jumlah uang yang ditawarkan, saya tidak pernah menerima uang untuk seks secara pribadi." Dia menolak wawancara lebih lanjut.
Inti dari skandal ini bukanlah tentang kesalahan hukum, melainkan tentang penilaian, citra, dan konsekuensi.
Bagi Joo Hak Nyeon, kerusakan yang sebenarnya mungkin bukan terletak pada apa yang dilakukan, tetapi pada apa yang dipersepsikan.***
Editor : Irma Nurfajri


