Jual Beli Kendaraan Kembali Meningkat, Bapenda Jabar Akselerasi Raihan Pajak

Dengan kembali menggeliatnya aktivitas bisnis jual beli kendaraan Bapenda Jabar optimistis bisa memaksimalkan potensi pemulihan ekonomi

Jual Beli Kendaraan Kembali Meningkat, Bapenda Jabar Akselerasi Raihan Pajak
Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik mengatakan, sangat mendukung segala upaya berbagai pihak yang dapat mendongkrak raihan pajak di Jabar.

INILAHKORAN, Bandung - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Jabar kian optimis mengakselerasi realisasi raihan pajak sebagai upaya memaksimalkan momentum pemulihan ekonomi pada 2022 ini. Itu seiring mulai menggeliatnya bisnis jual beli kendaraan setelah sempat terpuruk lantaran Pandemi-Covid-19.

Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik mengatakan, sangat mendukung segala upaya berbagai pihak  yang dapat mendongkrak raihan pajak di Jabar. Itu disampaikan usai membuka dan mengunjungi pameran motor bekas (mokas) bertajuk Adira Ekspo 2022 di Jalan Ibu Inggit Garnasih, Kota Bandung.

Diketahui, industri motor roda dua tanah air bergairah pada awal tahun 2022. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik sepeda motor sepanjang Januari 2022 tercatat 443.890 unit.

Baca Juga: Polisi Ungkap Komedian Berinisial M Beli 76 Video Porno Konten Dea Onlyfans

Penjualan tersebut naik 14,5 persen dibandingkan bulan Desember 2021. Jika dibandingkan dengan Januari 2021, meningkat 9,9 persen year-on-year (yoy).

"Pameran ini merupakan langkah pelaku bisnis jual beli mokas yang masuk kategori UMKM dalam memanfaatkan pemulihan ekonomi daerah di masa normalisasi pandemi," ujar Dedi Taufik.

Menurut dia, melalui pameran maka secara langsung peningkatan penjualan unit bisa berpengaruh pada raihan pajak.

Pameran mokas ini dihelat melibatkan puluhan komunitas showroom. Meski dipusatkan di Jalan Ibu Inggit Garnasih, acara tersebut dilaksanakan pula di sejumlah wilayah Bandung Raya dari tanggal 4 April hingga 30 April nanti.

Baca Juga: Dua Minggu Berlalu, Polres Bogor Ringkus Pelaku Perampasan di Sentul dan Cileungsi

"Ini kolaborasi yang perlu ditingkatkan dan direplika di masing-masing P3DW (Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah). Karena pameran ini juga menjaring pasar online," terang Dedi.

“Kami juga akan bahas bersama Adira dan para pelaku usaha disini, soal kemungkinan opsi insentif pajak yang bisa diberikan tanpa meninggalkan peluang intensifikasi pajak kendaraan," ucap

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung II Kawaluyaan, Ade Sukalsah menambahkan, dalam pameran tersebut Bapenda Jabar menyiapkan layanan Kios Samsat.

"Industri jual beli kendaraan yang terus tumbuh harus diiringi dengan tingkat ketaatan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kami siapkan layanan kios samsat yang standby di area ekspo, untuk edukasi atau mengecek status kendaraan yang dijual," kata Ade Sukalsah.

Baca Juga: Ini Kata Bunda PAUD Kota Bandung Terkait Anak Usia Dini Berpuasa

"Sebulan pameran ini digelar, Bapenda akan mendapat keuntungan, terutama dari sisi peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor," kata dia lagi.

Di tempat yang sama, Sugianto, Kepala Divinsi Used Motorcycle Adira Finance menyatakan Ekspo ini jadi sarana menggerakan roda ekonomi khususnya para pengusaha mokas yang kelasnya UMKM.

Selama dua tahun terakhir, bisnis mereka terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19, penjualan turun hingga 80 persen pada 2020. Setahun kemudian, bisnis mulai tumbuh meski tak signifikan, melalui pemanfaatan teknologi digital.

Hal ini pula yang membuat pihaknya mengakomodir para pengusaha membuat ekspo seiring pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah pada tahun 2022 dengan penerapan prokes ketat.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 5 April 2022: Ricky Buat Papa Surya Tak Tenang, Mama Sarah Lakukan Ini Demi Elsa

"Kami mengajak Bapenda berkolaborasi, bahwa dalam kondisi seperti ini, ekonomi tetap bergerak, pajak juga tetap tertib dibayarkan," ucap dia.

"Di ekspo ini ada promo DP murah 10 persen, bunga spesial sama hadiah. Minimal bisa menyaingi sebelum pandemi. Nilai transaksi diharapkan 1000 unit untuk kreditnya, total 2.000 lah," imbuh Sugianto lagi.

Ketua Panitia, Wiharisa Reza Surya Kusuma menyebut komunitas pengusaha showroom di Bandung Raya antusias dengan penyelenggaraan ekspo ini.

“Setelah bisnis kami hampir mati di dua tahun terakhir, tentu ada semangat menggerakkan lagi bisnis mokas. Kami menargetkan penjualan mokas di angka 15 sampai dengan 20 unit per hari," terang pria yang juga Ketua Adira Mokas Community (AMC) itu.

"Kerjasama dengan Bapenda juga penting. Sekarang semua motor yang dijual pajaknya isi. Kalau jual tapi pajak mati ga bakal laku. Masyarakat udah cerdas," pungkasnya. (Riantonurdiansyah)


Editor : inilahkoran