Jusuf Kalla: Pendidikan Masyarakat Atasi Kesenjangan Sosial

INILAH, Jakarta - Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (Apenmasi) menggelar kongres perdana mereka di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Jusuf Kalla: Pendidikan Masyarakat Atasi Kesenjangan Sosial
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla

INILAH, Jakarta - Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (Apenmasi) menggelar kongres perdana mereka di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, keberhasilan pembangunan kabinet kerja masih menyisakan banyak tantangan. 

Dia mengakui, adanya sebagian masyarakat yang terisolasi secara geografis, petani yang tingkat pendidikannya kurang merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama. 

Wapres mengajak agar Apenmasi ikut berpartisipasi dan bekerja sama melakukan percepatan peningkatan kualitas pendidikan agar kemampuan masyarakat lebih sejahtera.

"Pendidikan masyarakat itu penting. Sebab, pendidikan jangan sampai hanya memintarkan anak yang belajar di sekolah tetapi harus mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Wapres. 

Kongres yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai kementerian, perguruan tinggi negeri dan swasta, dan beberapa lembaga mitra dalam dan luar negeri.

Ketua Umum Apenmasi Hafid Abbas mengatakan, Apenmasi adalah wadah para pakar, peneliti, ilmuwan, dan praktisi pendidikan masyarakat yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh Tanah Air.

Menurutnya, Apenmasi telah mengidentifikasi 18 kelompok sasaran masyarakat yang dinilai memiliki tingkat kerawanan sosial dan ekonomi tinggi, di antarannya petani miskin, masyarakat adat, anak jalanan, buruh migran, anak dengan gizi buruk, dan lainnya. 

"Dari jumlah itu, terdapat 128 agenda strategis nyata yang akan dilaksanakan dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdiannya pada masyarakat untuk membebaskan mereka dari keterbelakangannya," jelas Hafid dalam rilisnya yang diterima redaksi Inilah Koran.

Dia memaparkan, lahirnya agenda strategis itu didasarkan pada kerisauan atas semakin melebarnya tingkat kesenjangan sosial di negeri ini. Meski diakui pemerintah telah melakukan banyak hal untuk memajukan  mereka yang tertinggal. 

"Kondisinya masih banyak belum diwujudkan dan kenyataannya tingkat kesenjangan sosial di Tanah Air masih tinggi," cetus dia.

Dalam kongres tersebut, Apenmasi akan membahas agenda strategis, di antaranya memajukan masyarakat yang tertinggal dengan tujuan mempertemukan sejumlah PTN dan PTS yang memiliki Program Studi Pendidikan Masyarakat beserta berbagai jaringan mitranya.

Selain itu, memperkuat sinergi dan kerja samanya dalam pelaksanaan kegiatan tri dharma perguruan tinggi dengan berfokus pada 18 kelompok sasaran masyarakat yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial ekonomi.

Hafid menambahkan, penerapan agenda strategis Apenmasi disesuaikan dengan koridor ekonomi lokal masing-masing misalnya Penmas UPI Bandung membina Desa Cihampelas Kecamatan Cililin, Bandung Barat, menjadi Desa Eceng Gondok yang memanfaatkan gulma tanaman jadi barang bernilai secara ekonomi.

"Untuk menjabarkan seluruh agenda strategis menjadi skala prioritas akan melibatkan pranata-pranata sosial paling bawah seperti pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan institusi-institusi pendidikan," tutur Hafid.

Salah seorang pakar peserta kongres, Elih Sudiapermana dari program studi Pendidikan Masyarakat UPI berpendapat, pendidikan masyarakat harus menjadi pemicu bagi insan intelektual lulusan pendidikan masyarakat untuk semakin bersemangat melakukan kajian. 

"Penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menekankan fungsionalnya untuk memajukan masyarakat yang tertinggal," kata Elih.


Editor : inilahkoran